Internasional

Kasus Pembunuhan Wartawan Meningkat Selama 2020

Secara global, sebanyak 30 wartawan tewas dibunuh selama bertugas pada 2020. Angka tersebut meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun lalu.

Shutterstock
Ilustrasi. Secara global, sebanyak 30 wartawan tewas dibunuh selama bertugas pada 2020. Angka tersebut meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun lalu. 

TRIBUNKALTIM.CO - Senin (21/12) sore, Rahmatullah Nekzad berjalan kaki ke arah masjid di kampung halamannya di kota Ghazni, Afganistan, ketika sekelompok orang bersenjata menghujamkan peluru ke tubuhnya.

Dia tewas seketika, tutur Ahmad Khan Serat, juru bicara kepolisian provinsi.

Nasib serupa menimpa pewarta perempuan, Malala Maiwand, awal Desember silam.

Dia ditembak mati oleh dua jihadis Islamic State (ISIS) di depan kediamannya di Provinsi Nangarhar, di timur Afganistan.

Adapun selama November setidaknya dua jurnalis Afganistan tewas dalam dua ledakan berbeda.

Sepanjang tahun ini sudah tujuh wartawan meninggal dunia saat bertugas, menurut Komite Keamanan Wartawan.

Afganistan termasuk negara paling berbahaya bagi insan pers, klaim Komite Perlindungan Jurnalis (CPJ) dalam laporan tahunannya yang dirilis Selasa (22/12).

Di seluruh dunia, kelompok kriminal tercatat yang paling sering menjadi tersangka pembunuhan, disusul oleh aktor negara.

Meksiko, yang mencatat setidaknya lima kasus kematian wartawan, adalah negara lain yang disebut-sebut paling berbahaya bagi awak pers, selain Filipina.

Jumlah korban meningkat

Secara global, sebanyak 30 wartawan tewas dibunuh selama bertugas pada 2020. Angka tersebut meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun lalu.

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Geafry Necolsen
Sumber: Tribunnews
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved