Otomotif

Jangan Buru-buru Menyalakan Mobil Saat Terendam Banjir, Bisa Berakibat Fatal

Banyak pengendara yang mengalami kerusakan mobil akibat banjir, mulai dari kerusakan ringan hinga terberat.

Editor: Geafry Necolsen
Uzone
Mobil menerjang banjir. Banyak pengendara yang mengalami kerusakan mobil akibat banjir, mulai dari kerusakan ringan hinga terberat. 

Jangan Buru-buru Menyalakan Mobil Saat Terendam Banjir, Bisa Berakibat Fatal

TRIBUNKALTIM.CO, WIKI - Banjir hingga saat ini masih menjadi momok bagi sebagian besar warga Kalimantan Timur.

Saat diguyur hujan deras, banjir terjadi mulai dari Balikpapan, Samarinda, Bontang, Kutai Timur, bahkan hingga wilayah paling utara Kalimantan Timur, Kabupaten Berau.

Banyak pengendara yang mengalami kerusakan mobil akibat banjir, mulai dari kerusakan ringan hinga terberat.

Perlu dipahami, air adalah musuh utama bagi kendaraan bermotor seperti mobil. Terutama di musim hujan seperti sekarang ini, pengguna mobil harus lebih waspada saat melewati genangan air.

"Kalau mobil sudah berhenti (mati mesin) di tengah genangan air, jangan coba-coba di-starter. Karena bisa menyebabkan water hammer," kata Senior Manager Service Division PT Honda Prospect Motor Muhammad Zuhdi.

Ini 5 Jenis Asuransi Tepat Buat yang Sering Kebanjiran

AC Mobil Bau? Ini 6 Tips untuk Mengatasinya

AC Mobil Mendadak Jadi Panas? Lakukan Ini untuk Mengatasinya

Supaya Wiper Mobil Lebih Awet, Cukup Tambahkan Shampo

Water hammer adalah keadaan saat mesin mobil mati mendadak, disebabkan air yang masuk ke dalam ruang bakar melalui saluran udara atau air intake.

Masuknya air ke dalam ruang bakar, memberikan tekanan yang sangat besar di ruang silinder dari piston.

Akibatnya, setang seher bengkok, ring piston rusak, dinding silinder baret, dan paling parah kepala silinder yang melengkung.

"Itu karena air yang masuk ke ruang bakar tidak bisa dikompresi mesin,"jelasnya.

Tidak Digunakan dalam Waktu Lama, Aki Mobil Perlu Dicabut atau Tidak?

BBM Menipis, Matikan AC, Apa Pengaruhnya?

Kenapa Posisi Tutup Tangki BBM Tiap Mobil Tidak Sama, Kiri dan Kanan?

Menggunakan BBM Oktan Tinggi, Tidak Selalu Baik untuk Mesin

Water hammer juga bisa terjadi, meski mobil tidak terendam air. Biasanya akan terjadi water hammer jika terkena cipratan air saat mobil melintasi genangan dengan kedalaman setengah lingkar ban mobil.

Karena itu, sangat disarankan untuk menghindari menerjang genangan air dan banjir. Water hammer bisa mengakibatkan kerusakan parah.

Untuk memperbaiki kerusakan yang disebabkan oleh efek water hammer ini, bisa menghabiskan biaya jutaan rupiah.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved