Sejarah

Film Pertama Indonesia, Modalnya Cuma Rp 150.000

Film ini jadi spesial karena jadi film lokal pertama yang diproduksi, dibintangi dan disutradarai oleh orang asli Indonesia.

istimewa
Film Darah dan Doa. Film ini jadi spesial karena jadi film lokal pertama yang diproduksi, dibintangi dan disutradarai oleh orang asli Indonesia. 

Film Pertama Indonesia, Modalnya Cuma Rp 150.000

TRIBUNKALTIM.CO Film Nasional tidak bisa dipisahkan dari sejarah 70 tahun silam, tepatnya 30 Maret 1950.

Kala itu, adalah pertama kalinya pengambilan gambar film Darah dan Doa atau juga dikenal The Long March of Siliwangi.

Film ini jadi spesial karena jadi film lokal pertama yang diproduksi, dibintangi dan disutradarai oleh orang asli Indonesia.

Film Darah dan Doa atau The Long March of Siliwangi disutradarai oleh sineas legendaris Indonesia, Usmar Ismail yang kelak dikenal sebagai Bapak Film Nasional.

Produksinya sendiri juga dibuat oleh Perusahaan Film Nasional Indonesia ( PERFINI ) di mana Usmar Ismail juga tercatat sebagai salah satu pendirinya.

Momen shooting pertama pada 30 Maret 1950 itu kemudian dirayakan sebagai Hari Film Nasional Indonesia.

Keputusan itu pertama kali ditetapkan pada 1962 oleh Konferensi Kerja Dewan Film Nasional dan Organisasi Perfilman.

Kemudian diperkuat dengan Keppres Nomor 25/1999 yang ditetapkan oleh Presiden RI BJ Habibie.

Jika melihat ke puluhan tahun silam, berdasarkan sejumlah literatur yang dihimpun Kompas.com, Darah dan Doa bukanlah film pertama yang dibuat di Indonesia.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved