Kesehatan

Selama Pandemi, Kesehatan Mental Anak Muda dan Kelompok Minoritas di AS Menurun

satu dari empat orang dewasa di Amerika Serikat, mengatakan bahwa mereka memikirkan untuk bunuh diri beberapa bulan terakhir selama pandemi.

istimewa
Sejak masa awal pandemi covid-19 merebak, satu perdebatan yang kerap muncul adalah kemungkinan Virus Corona menyebar lewat udara atau tidak. 

Selama Pandemi, Kesehatan Mental Anak Muda dan Kelompok Minoritas di AS Menurun

TRIBUNKALTIM.CO  Menurut studi terbaru dari US Centers for Disease Control and Prevention (CDC), satu dari empat orang dewasa di Amerika Serikat, mengatakan bahwa mereka memikirkan untuk bunuh diri beberapa bulan terakhir selama pandemi.

Baca juga: Menurut Hasil Penelitian, Memelihara Kucing atau Anjing Bantu Meredakan Stres

Baca juga: Ibu Hamil Dilarang Stres, Ganggu Kepribadian Anak Dikemudian Hari

Baca juga: Sering Marah? Ketahui Emosi Negatif Dapat Mengganggu Sistem Kekebalan Tubuh

Hasil mengejutkan ini merupakan penelitian terbaru yang menyoroti bagaimana pandemi dan kebijakan pembatasan sosial, berpengaruh pada kesehatan mental dan masalah penyalahgunaan zat—terutama pada kalangan anak muda, pengasuh yang tidak dibayar, pekerja esensial, orang Hispanik, dan orang kulit hitam.

Hasilnya menunjukkan bahwa kadar kecemasan dan depresi telah meningkat tajam dibandingkan dengan periode waktu yang sama pada 2019.

Lebih dari 40% responden melaporkan bahwa mereka setidaknya mengalami satu kondisi kesehatan mental atau perilaku yang merugikan akibat pandemi.

Meliputi kecemasan dan depresi (30,9%) atau gejala gangguan trauma (26,3%). Lebih dari 13% dari mereka mengatakan mulai meningkatkan penggunaan obat-obatan untuk mengatasi stres selama pandemi COVID-19.

Banyak orang berusia 20-an memiliki masalah kesehatan jangka panjang sejak tertular virus corona.
Banyak orang berusia 20-an memiliki masalah kesehatan jangka panjang sejak tertular virus corona. (istimewa)

Anak muda, minoritas, dan beberapa kelompok sosial lainnya sangat rentan terhadap masalah tersebut.

Persentase responden yang melaporkan pernah serius mempertimbangkan bunuh diri dalam 30 hari sebelum menyelesaikan survei, secara signifikan lebih tinggi pada responden berusia 18 hingga 24 tahun (25,5 persen), pengasuh tidak dibayar (30,7 persen), dan pekerja esensial ( 21,7 persen), orang Hispanik (18,6 persen), dan orang kulit hitam (15,1 persen).

Baca Juga: 

Orang Dewasa Menjadi ‘Penyebar Super’ Terburuk COVID-19

Berlaku Mulai Pekan Ini, Tak Pakai Masker Kena Denda Rp 100 Ribu atau Kerja Sosial

Meski begitu, studi tersebut mirip dengan yang lainnya terkait dampak pandemi COVID-19 pada kesehatan mental.

Juni lalu, penelitian lain dari Inggris menemukan bahwa lockdown COVID-19 berdampak besar pada kesehatan mental anak muda dan mereka yang berpendapatan rendah.

Beberapa ahli juga mengingatkan kemungkinan “ledakan” gangguan kesehatan mental menjelang akhir tahun ini. CDC mengungkapkan: “Perlu upaya untuk menangani masalah ini. Strategi komunikasi kesehatan harus memprioritaskan orang dewasa muda, kelompok minoritas, pekerja pada sektor-sektor penting selama pandemi, dan pengasuh lanjut usia yang tidak dibayar”.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved