Sains

Jumlah Penduduk di Bumi Diprediski Menurun, Jepang dan Italia Kehilangan Setengah Populasinya

Beberapa negara seperti Jepang dan Italia akan kehilangan setengah dari populasinya.

Editor: Geafry Necolsen
istimewa
Overpopulasi telah menjadi kekhawatiran selama ini. Sekelompok peneliti memperkirakan bahwa pada 2060 akan ada dua miliar manusia lagi di Bumi. 

Jumlah Penduduk di Bumi Diprediski Menurun, Jepang dan Italia Kehilangan Setengah Populasinya

TRIBUNKALTIM.CO - Overpopulasi telah menjadi kekhawatiran selama ini. Sekelompok peneliti memperkirakan bahwa pada 2060 akan ada dua miliar manusia lagi di Bumi.

Namun, satu dekade kemudian, jumlahnya akan menurun seiring dengan angka kelahiran yang rendah. Beberapa negara seperti Jepang dan Italia akan kehilangan setengah dari populasinya.

Kita mungkin berpikir ini merupakan hal baik, tapi penurunan populasi juga akan menciptakan kesuraman.

Penurunan populasi bisa mengurangi emisi karbon dan tekanan pangan. Namun, dengan lebih banyak orang tua dan sedikit anak muda, tantangan ekonomi akan muncul. Jumlah pekerja yang lebih sedikt mengurangi pemasukan pajak.

Pada akhirnya, negara tidak mampu menghasilkan kekayaan yang diperlukan untuk mendanai dukungan sosial dan perawatan kesehatan masyarakat,” papar Stein Emil Vollset, peneliti utama sekaligus ahli biostatistik dari Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME).

Baca juga: 132 Juta Manusia Terancam Kelaparan, Petani Kesulitan Selama Pandemi Covid-19

Baca juga: 5 Kemunculan Teknologi yang Terinspirasi dari Pandemi Covid-19

Dalam studi terbaru ini, Stein dan timnya dari IHME dan University of Washington’s School of Medicine, menggunakan data yang dikumpulkan sebagai bagian dari 2017 Global Burden of Disease Study untuk menilai pertumbuhan populasi di seluruh dunia.

Hasilnya menyatakan bahwa populasi penduduk mungkin akan terus mengalami peningkatan hingga mencapai 9,7 miliar pada 2064. Kemudian angka tersebut akan menyusut dan menjadi 8,8 miliar hingga akhir abad.

Beberapa studi sebelumnya bergantung pada apa yang dikenal sebagai tingkat kesuburan total—jumlah anak yang lahir dari setiap individu sepanjang hidup.

Sementara itu, alternatif lain menggunakan “kesuburan kelompok lengkap”, yakni rata-rata jumlah anak yang lahir dari kelompok perempuan pada usia tertentu.

Pada kasus ini, perempuan di bawah 50 tahun. Teknik yang digunakan studi terbaru ini adalah yang kedua. Ia juga mengambil pendekatan yang sedikit berbeda dalam menentukan pola migrasi yang memengaruhi lintasan pertumbuhan populasi di satu area.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved