Arkeologi

Kawah Meteorit Berusia 100 Juta Tahun Ditemukan di Australia, Salah Satu yang Terbesar di Dunia

Penambang di Australia Barat menemukan kawah meteorit yang berukuran sangat besar. Kawah meteorit tersebut diperkirakan berusia sekira 100 juta tahun

Flikr
Penambang di Australia Barat menemukan kawah meteorit yang berukuran sangat besar. Kawah meteorit tersebut diperkirakan berusia sekira 100 juta tahun 

Kawah Meteorit Berusia 100 Juta Tahun Ditemukan di Australia, Salah Satu yang Terbesar di Dunia

TRIBUNTRAVEL.COM - Penambang di Australia Barat menemukan kawah meteorit yang berukuran sangat besar.

Kawah meteorit tersebut diperkirakan berusia sekira 100 juta tahun.

Melansir dari laman Travel and Leisure, Kamis (9/9/2020), terletak dekat kawasan tambang Goldfields di Ora Banda, kawah sepanjang 3 mil (sekira 4,8 kilometer) ini sekarang menjadi salah satu yang terbesar di dunia.

 

Bagaimana bisa kawah sebesar itu tidak ditemukan dalam waktu yang lama?

Tidak seperti kawah meteorit lainnya di Australia, termasuk Wolfe Creek Crater yang terkenal, kawah yang satu ini tidak terlihat dari permukaan.

Kawah yang belum diberi nama tersebut ditemukan menggunakan survei elektromagnetik, yang memetakan bebatuan di bawah permukaan.

“Penemuan ini dilakukan di daerah yang bentang alamnya sangat datar. Kamu tidak akan tahu itu ada di sana karena kawahnya telah terisi dari waktu ke waktu secara geologis,” ahli geologi dan geofisika yang berbasis di Perth, Dr. Jason Meyers mengatakan kepada Matador Network .

"Mungkin ada lebih banyak lagi di luar sana," tambahnya.

Menurut ABC, Dr. Meyers, yang memiliki lebih dari 30 tahun pengalaman di lapangan, dibawa untuk konsultasi geologi di lokasi yang diduga terkena dampak.

Memeriksa sampel batuan dari daerah tersebut, Meyers menemukan tanda-tanda dari hantaman meteorit, termasuk pecahan-pecahan berbentuk kerucut.

Dalam geologi, kamu memberi tahu seseorang bahwa menemukan kawah meteorit, mereka tak akan tertarik dan sangat skeptis karena sangat langka," kata Dr. Meyers kepada ABC.

"Tapi ketika kamu melihat kerucut yang hancur, kamu tahu karena itu hanya terbentuk dalam ledakan nuklir atau dampak meteorit."

tribunnews
Ilustrasi kawah di Australia (Flickr/ Harclade)

Dr Meyers memperkirakan bahwa meteorit yang membentuk kawah ini berdiameter sekira 320-660 kaki.

Dia juga mengatakan kepada ABC bahwa teknologi modern memfasilitasi penemuan seperti ini dengan lebih mudah daripada di masa lalu, dan dia memperkirakan bahwa masih banyak kawah yang dapat ditemukan di Australia Barat.

Faktanya, dia sedang bekerja untuk memastikan kemungkinan lokasi hantaman meteorit di Coolgardie, hanya satu setengah jam di selatan Ora Banda.

Satu-satunya cara untuk mengkonfirmasi teori ini adalah melalui pengeboran.

Ikuti kami di
Editor: Geafry Necolsen
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved