Sejarah

Sejarah Lomba Balap Karung, Kini Pakai Helm Agar Lebih Sporty

Lomba balap karung dipercaya bisa menumbuhkan nilai sportivitas, kerja sama, kekeluargaan, dan kebersamaan.

Editor: Geafry Necolsen
istimewa
Lomba balap karung dipercaya bisa menumbuhkan nilai sportivitas, kerja sama, kekeluargaan, dan kebersamaan. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Menyambut HUT ke-74 RI, beragam kegiatan dilakukan untuk memeriahkan Hari Kemerdekaan Indonesia ini.

Satu kegiatan yang menarik yakni beragam lomba yang diadakan untuk menyambut HUT ke-74 RI.

Balap karung menjadi salah satu lomba yang populer di HUT ke-74 RI.

Dari informasi yang dihimpun TribunTravel, lomba balap karung di Indonesia ini bermula saat Belanda menjajah Indonesia.

Pada saat itu, para misionaris Belanda yang ada di Indonesia mengadakan lomba balap karung untuk instansi-instansi bentukan Belanda.

Peserta lomba balap karung ini pun tidak hanya warga Belanda, tetapi juga rakyat Indonesia.

Tidak hanya itu, balap karung ternyata juga menjadi lomba yang sering diadakan sekolah-sekolah misionaris Belanda di setiap perayaan.

Di Belanda, lomba balap karung diikuti oleh anak-anak berusia 6-12 tahun.

Seiring perkembangan zaman, dan diusirnya Belanda dari Indonesia, lomba balap karung masih dipertahankan hingga sampai sekarang.

Lomba balap karung tidak hanya diikuti oleh anak-anak saja, melainkan remaja dan dewasa juga turut menikmatinya saat perayaan HUT ke-74 RI.

Tidak ada persyaratan mengikat untuk lomba balap karung, namun biasanya ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi di antaranya:

1. Karung yang digunakan berupa karung beras atau terigu dengan kapasitas 50 kilogram.

2. Lintasan lomba balap karung minimal memiliki panjang sekitar 15-20 meter dengan lebar 3-4 meter.

3. Biasanya peserta balap karung diikuti oleh empat hingga enam orang dalam sekali perlombaan.

Aturan Main

Lomba balap karung bisa dilakukan dengan sistem estafet maupun individu.

Pertama, para peserta harus memasukkan bagian bawah tubuhnya ke dalam karung yang telah disediakan dan berdiri di garis start.

Peserta lomba balap karung harus mengikuti instruksi panitia (berupa aba-aba), lalu meloncat sekuat tenaga untuk mencapai finish terlebih dahulu dengan memegang sisi karung.

Yang membuat lomba balap karung ini populer pada setiap Hari Kemerdekaan RI tidak lain karena keseruan dan kelucuan dari peserta lombanya.

Bahkan beberapa waktu terakhir, lomba balap karung dimodifikasi dengan helm.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved