Fakta Menarik

Masker Berlapis Berlian Ini Memiliki Harga Rp 21 Miliar, Termahal di Dunia?

Pandemi Covid-19 membuat masyarakat di seluruh dunia wajib mengenakan masker jika berada di tempat umum.

Editor: Geafry Necolsen
istimewa
Tak puas mengenakan masker medis berwarna biru dan putih, dia menugaskan rumah perhiasan Yvel di Yerusalem untuk menghasilkan sesuatu yang unik. 

Masker Berlapis Berlian Ini Memiliki Harga Rp 21 Miliar, Termahal di Dunia?

TRIBUNKALTIM.CO - Pandemi Covid-19 membuat masyarakat di seluruh dunia wajib mengenakan masker jika berada di tempat umum.

Ketika masker menjadi tren, seorang pengusaha di Los Angeles memutuskan untuk mengubah penutup wajahnya tersebut menjadi lebih bergaya dan mewah.

Tak puas mengenakan masker medis berwarna biru dan putih, dia menugaskan rumah perhiasan Yvel di Yerusalem untuk menghasilkan sesuatu yang unik.

 

Permintaannya 'sederhana', yakni untuk membuat masker wajah fungsional yang paling mahal di dunia.

Dikenal karena pekerjaan rumit dengan mutiara dan berlian langka, pendiri Yvel, Isaac Levy, mulai bekerja dan meminta bantuan dari 25 pengrajinnya yang paling terampil.

Hasilnya adalah masker berwarna gelap yang dilapisi berlian hitam dan diimbangi dengan hiasan berlian putih.

Harganya pun cukup mengejutkan, yakni mencapai 1,5 juta dolar atau setara Rp 21 Miliar.

Melansir laman thenational.ae, Rabu (18/11/2020), terbuat dari 250 gram emas 18K dan dilapisi dengan 210 karat berlian putih dan hitam, terdapat 3.608 batu yang masing-masing dibuat dengan tangan.

Dibuat dengan lapisan dalam dan luar, bagian dalam dapat dilepas untuk memungkinkan filter kelas medis N99 dimasukkan, sebelum diposisikan ulang untuk menahannya dengan erat.

Setelah dipakai, filter N99 dapat dilepas dan dibuang, kemudian yang baru bisa dipasang sebelum masker siap digunakan kembali.

Masker ini menawarkan perlindungan tingkat tinggi yang sepenuhnya sesuai dengan semua peraturan keselamatan.

Proyek yang tidak biasa tersebut muncul selama pandemi ketika Levy melakukan perjalanan ke Amerika Serikat untuk bertemu dengan klien-kliennya yang berpenghasilan tinggi.

Levy meminta kliennya memesan produknya untuk memastikan perusahaan dapat tetap membuka bengkel dan memperkerjakan karyawannya.

Alhasil, Levy bertemu dengan pengusaha yang tak ingin disebut namanya tersebut.

tribunnews
Masker berlapis berlian (Yvel via thenational.ae)

Levy merasa terkejut dengan permintaan itu dan sangat berterima kasih.

“Kami diberkati dengan pelanggan yang sangat setia yang menghargai kreativitas, komitmen dan dedikasi para ahli pengrajin kami,” kata Levy.

“Ketika kami pertama kali ditantang untuk membuat topeng semewah ini, tim kami berkumpul untuk menciptakan sesuatu yang benar-benar unik dan istimewa, namun tetap fungsional. Tidak seperti proyek apa pun yang telah kami lakukan sebelumnya, pesanan ini tidak hanya melibatkan permata yang indah, tetapi juga elemen pelindung,” tambahnya.

Dengan klien yang meminta kebijaksanaan penuh, Levy hanya akan mengakui bahwa dia telah menjadi pelanggan setia selama bertahun-tahun, dan memiliki hubungan yang erat dengan perusahaan.

Didirikan oleh suami-istri pada tahun 1986, Yvel bekerja di bidang batuan dan mutiara yang langka dan tak biasa.

Memilih mutiara dengan bentuk alami dan asimetris, perusahaan mengkhususkan diri dalam mengubahnya menjadi cincin, anting, dan kalung berlapis berlian yang telah meraih beberapa penghargaan besar industri untuk inovasi.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved