Survival

Acute Mountain Sickness, Bikin Lemas Ketika Mendaki Gunung

Acute Mountain Sickness adalah penyakit yang kerap menyerang pendaki yang tubuhnya belum terbiasa dengan ketinggian gunung yang didaki.

Editor: Geafry Necolsen
istimewa
Acute Mountain Sickness adalah penyakit yang kerap menyerang pendaki yang tubuhnya belum terbiasa dengan ketinggian gunung yang didaki. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Satu penyakit yang sering menyerang pendaki saat mendaki gunung adalah Acute Mountain Sickness (AMS).

Acute Mountain Sickness adalah penyakit yang kerap menyerang pendaki yang tubuhnya belum terbiasa dengan ketinggian gunung yang didaki.

Melansir Kompas.com, Sekretaris Jenderal Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) Rahman Mukhlis mengatakan, gejala AMS ringan meliputi sakit kepala, mual dan pusing, kehilangan nafsu makan, kelelahan, sesak napas, tidur terganggu, dan lemas untuk bergerak.

Baca juga: Tips Menghindari Sambaran Petir, Hindari Tanah Lapang dan Jangan Berteduh di Bawah Pohon

Baca juga: Terjebak di Air Dalam, Ini Cara Mencegah Agar Tidak Tenggelam

Untuk menghindari terkena AMS saat mendaki, apa yang harus dilakukan oleh calon pendaki sebelum memulai perjalanan?

“AMS disebabkan karena perbedaan ketinggian. Pencegahannya adalah aklimatisasi yang baik,” katanya kepada Kompas.com, Selasa (3/11/2020).

Adapun, aklimatisasi merupakan proses penyesuaian tubuh pendaki terhadap ketinggian gunung yang akan dituju.

Menurut Rahman, para pendaki pemula harus melakukan penyesuaian dengan cara mendaki gunung secara bertahap. Tingginya pun disarankan tidak lebih dari 1.000 meter dari permukaan laut (mdpl).

Baca juga: Apa yang Harus Dilakukan Jika Tersesat di Gunung?

Baca juga: Apa yang Harus Dilakukan Jika Terjadi Musibah Kebakaran?

Ritme konstan dan tidak terburu-buru

Biasanya, AMS dapat menyerang pendaki yang berada di ketinggian sekitar 2.500 mdpl. Rahman menuturkan bahwa AMS merupakan penyakit yang tidak dapat diprediksi.

AMS juga bisa menyerang pendaki yang berpengalaman karena sejumlah faktor, salah satunya ritme mendaki.

“Tips menghindari AMS, mendaki dengan ritme yang konstan dan pelan. Hindari mendaki terlalu cepat saat memasuki zona high altitude,” ungkap Rahman.

Baca juga: 6 Hal yang Harus Dilakukan Jika Terjadi Gempa, Jauhi Laut Hindari Tsunami

Baca juga: Ingin Buang Air saat Naik Gunung? Simak 5 Tips Ini

Halaman selanjutnya

Tidak terburu-buru

...

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved