Lingkungan

Jadi Acara Tahunan, Pembunuhan Bayi Lumba-Lumba di Jepang Ini Tuai Banyak Kecaman

Film dokumenter tersebut mengejutkan penonton, di mana terdapat cuplikan gambar yang memperllihatkan air berubah menjadi merah darah saat lumba-lumba

Editor: Geafry Necolsen
istimewa
Bulan lalu, setidaknya tiga lumba-lumba terlihat sedang melakukan aksi pertunjukan akrobatik bagi wisatawan saat mereka berenang di lepas pantai Northumberland. 

TRIBUNKALTIM.CO - Viral sebuah rekaman video yang memperlihatkan bayi lumba-lumba dibunuh secara brutal di Jepang.

Rekaman tersebut memicu kemarahan warganet dari belahan dunia.

Diketahui, pembunuhan bayi lumba-lumba merupakan acara tahunan di Jepang.

Baca juga: Masih Satu Keluarga, Ini Perbedaan Pesut dan Lumba-lumba

Baca juga: Momen Langka, Lumba-lumba Terlihat di Sungai, 13 Mil dari Laut Cambridgeshire

Baca juga: Pink Dolphin Langka Muncul Kembali di Perairan Hong Kong

Film dokumenter tersebut mengejutkan penonton, di mana terdapat cuplikan gambar yang memperllihatkan air berubah menjadi merah darah saat lumba-lumba ditangkap dan dibunuh.

tribunnews
Ilustrasi - Kawanan lumba-lumba. (TRIBUN BALI/LUGAS WICAKSONO)

Tahun ini, penonton dihadapkan pada rekaman yang lebih mengejutkan.

Di mana seorang pria terlihat memegang bayi lumba-lumba di bawah air sebelum menyeretnya ke bawah kapal untuk dibunuh.

Insiden pembunuhan bayi lumba-lumba secara brutal tersebut terjadi pada bulan September, dan rekamannya telah dibagikan secara online pada bulan ini.

Bayi lumba-lumba yang dibunuh diperkirakan berusia sekitar tiga bulan.

Direktur Life Investigation Agency (LIA), Ren Yabuki menyaksikan anak lumba-lumba Risso mati dan memberitahu 9NEws bahwa itu adalah satu di antara 32 lumba-lumba yang dibunuh dalam dua tahun terakhir.

"Tidak ada alasan mengapa bayi lumba-lumba tersebut dibunuh lebih banyak dibanding lumba-lumba dewasa," kata Yabuki.

Yabuki menjelaskan bahwa lumba-lumba dewasa sering mencoba melindungi bayinya dan kadang menyebabkan kematian seluruh lumba-lumba lainnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved