Sejarah

Catacombs of Paris, Lorong Bawah Tanah yang Menyimpan Tulang Belulang dari Jutaan Mayat

Butuh waktu dua tahun untuk memindahkan semua tulang belulang dari beberapa tempat ke Catacombs of Paris ini, yakni tepatnya pada tahun 1785 hingga 17

istimewa
Butuh waktu dua tahun untuk memindahkan semua tulang belulang dari beberapa tempat ke Catacombs of Paris ini, yakni tepatnya pada tahun 1785 hingga 1787. 

TRIBUNKALTIM.CO - Selama ini Paris identik dengan Menara Eiffel, atau lukisan Mona Lisa yang terkenal.

Tapi pernahkah berkunjung ke sebuah tempat wisata yang tersembunyi di sana?

Jika belum, cobalah untuk mengunjungi Catacombs of Paris, terowongan bawah tanah yang berisi tulang belulang lebih dari enam juta orang mati.

Di sini, masyarakat Paris memakamkan orang-orang yang meninggal. Karena adanya aturan penggunaan lahan, otoritas Paris saat itu mengumpulkan mayat-mayat dan meletakkannya di bawah tanah.

Butuh waktu dua tahun untuk memindahkan semua tulang belulang dari beberapa tempat ke Catacombs of Paris ini, yakni tepatnya pada tahun 1785 hingga 1787.

tribunnews
The Catacombs of Paris (Instagram/roamingwithrenee)

Tulang-tulang tersebut dipindahkan pada malam hari, disertai ritual dan nyanyian yang dipimpin seorang pastor sepanjang perjalanan dari makam menuju terowongan.

Awalnya sisa tulang hanya disimpan dan diletakkan begitu saja.

Hingga akhrinya, sisa tulang tersebut ditata ulang dan disusun sedemikian rupa, sehingga terlihat seperti sekarang.

Penataan tersebut rupanya mengundang rasa penasaran warga setempat bahkan keluarga kerajaan.

Dan pada tahun 1809, Catacombs of Paris telah dibuka untuk umum.

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Server
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved