Survival

Apa yang Harus Dilakukan Jika Tersesat di Gunung?

Butuh berbagai persiapan mulai dari peralatan sampai wawasan yang cukup sebelum seseorang mendaki.

Editor: Geafry Necolsen
istimewa
Butuh berbagai persiapan mulai dari peralatan sampai wawasan yang cukup sebelum seseorang mendaki. 

Apa yang Harus Dilakukan Jika Tersesat di Gunung?

TRIBUNTRAVEL.COM - Mendaki gunung bukan sekadar aktivitas menyenangkan nan mudah.

Butuh berbagai persiapan mulai dari peralatan sampai wawasan yang cukup sebelum seseorang mendaki.

 Apa yang Harus Dilakukan Jika Terjadi Gempa Bumi?

 Cegah Korsleting Listrik di Rumah, Ini yang Harus Diperhatikan

 Terjebak di Air, Begini Cara Agar Tetap Mengapung

 Mencegah Diri Jadi Korban Tenggelam, Begini Cara Agar Tetap Mengapung

Berkaca dari berbagai insiden yang menimpa pendaki di gunung, tidak ada salahnya untuk belajar cara agar tidak tersesat di gunung dan langkah yang harus dilakukan jika sampai tersesat.

Berikut tips jika tersesat di gunung dari anggota senior Mapala UI, Adi Seno:


1. Persiapan matang

Jangan lupakan riset sebelum mendaki gunung.

Tak hanya medan pendakian tetapi juga cuaca.

Mengenali teman perjalanan termasuk riwayat penyakit, pola komunikasi juga tak kalah penting.

Usahakan mendaki dengan sistem jalan leader, middle, sweeper agar tidak terpisah dari rombongan.

Perlengkapan standar pendakian, logistik makanan dan air, pemetaan jalur, dan estimasi waktu juga jadi hal dasar yang penting dalam mendaki gunung.

Jangan lupa latihan fisik agar tubuh mudah beradaptasi di medan gunung.

2. Jangan panik bila tersesat

Jika pada akhirnya dengan berbagai persiapan yang sudah dilakukan masih tersesat maka Adi mengatakan hal wajib yang dilakukan adalah jangan panik.

"Tetap tenang dan berkepala dingin," kata Adi

Sebab Banyak pendaki yang 'membabi-buta' mencari arah atau jalan keluar saat tersesat, berakir semakin tersesat.

3. Kembali ke titik awal atau puncak

Pilihan kembali ke titik awal atau langsung ke puncak gunung dapat menjadi alternatif bagi yang tersara.

"Tergantung kita sudah sampai mana, lebih dekat yang mana. Dengan begitu, tim SAR lebih mudah menemukan kita. Besar kemungkinan kita bertemu orang lain juga," jelas Adi.

4. Jika malam sudah tiba

Jika hari mulai gelap dan kamu masih tersesat, carilah ruang terbuka untuk beristirahat.

Adi Seno memaparkan, tempat terbuka dan datar lebih aman untuk tempat menginap.

"Kalau bisa beri tanda berupa susunan batu atau kayu berbentuk nama, agar bisa ditemukan dari udara," tambahnya.

5. Saat perbekalan habis

Carilah daun-daun muda untuk dimakan.

Sebelum mendaki, riset mengenai jenis hutan dan aneka vegetasi di gunung yang akan didaki sangat penting.

Sehingga pendaki dapat mengetahui jenis daun mana yang bisa dimakan.

"Carinya daun yang muda, agar lebih mudah dicerna. Jangan sembarangan makan buah, karena tidak semua buah-buahan aman. Pernah ada cerita, seorang petualang di Australia, meninggal karena makan buah yang biasa dimakan orang Aborigin," kisah Adi Seno.

6. Perhatikan tanda tanda alam

Saat mendaki pastikan selalu membawa kompas dan belajarlah cara membaca kompas sebelum mendaki.

Pendaki juga dapat belajar mengenai tanda-tanda alam.

Misal, jika bertemu pepohonan yang ditumbuhi lumut, berarti kemungkinan besar kamu sedang menghadap timur.

"Kalau malam hari melihat bintang paling terang, itu arah utara. Dan masih banyak tanda-tanda alam lainnya untuk dipelajari sebelum pendakian," tambah Adi Seno.

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved