Sejarah

Charlie Chaplin, Tokoh Dunia yang Menjadi Legenda Film Bisu

Charlie Chaplin pernah bertahun-tahun merasakan penderitaan, hidup miskin, hingga mengganti peran orangtua.

istimewa
Charlie Chaplin pernah bertahun-tahun merasakan penderitaan, hidup miskin, hingga mengganti peran orangtua. 

Dia pernah meminta pembangunan kembali seluruh set film dan mengulang seluruh pengambilan gambar hanya karena dia salah memilih aktor.

Kesempurnaannya dalam menyusun adegan film menghasilkan buah yang baik, seperti The Kid (1921), The Pilgrim (1923), A Woman in Paris (1923), The Gold Rush (1925), dan The Circus (1928). Film The Circus membuatnya memenangkan penghargaan Oscar pertamanya pada 1929.

Tiga film terakhir di atas dihasilkan oleh United Artist, perusahaan milik Chaplin yang berdiri pada 1919 bersama dengan Douglas Fairbanks, Mary Pickford, dan DW Griffith.

Pada tahun 1967, Charlie Chaplin sempat memproduksi film A Countess from Hong Kong.

Namun sayang, film tersebut tidak masuk dalam box office.

Di tahun 1975, Ratu Elizabeth II memberikan gelar ksatria padanya sehingga Chaplin mendapat julukan "Sir".

Meninggal Dunia

Pada 25 Desember 1977, legenda film bisu dunia Charlie Chaplin meninggal dunia.

Dilansir dari charliechaplin.com, sosok pelawak film bisu ini meninggal pada usia 88 tahun di rumahnya, Corsier-sur-Vevey, Vaud, Swiss.

Setelah dimakamkan di dekat Danau Geneva, jasadnya dicuri oleh dua pria yang meminta tebusan uang senilai 400.000 dollar AS.

Pelaku ditangkap dan tubuh Chaplin ditemukan sekitar 11 pekan berikutnya. (*)

Ikuti kami di
Editor: Geafry Necolsen
Sumber: Tribun Kaltim
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved