Sejarah

Mengapa Hari Keluarga Nasional Tidak Masuk Hari Libur? Berikut 4 Faktanya

Berikut empat fakta sejarah lahirnya Hari Keluarga Nasional atau Harganas yang dilansir Grid.ID

istimewa
Berikut empat fakta sejarah lahirnya Hari Keluarga Nasional atau Harganas 

Mengapa Hari Keluarga Nasional Tidak Masuk Hari Libur? Berikut 4 Faktanya

TRIBUNKALTIM.CO - Tanggal 29 Juni ditetapkan sebagai Hari Keluarga Nasional, bukan hari libur, ini 4 fakta Harganas

Namun Hari Keluarga Nasional ( Harganas ) bukan hari libur Nasional.

Berikut ini 4 fakta Hari Keluarga Nasional ( Harganas ) yang diperingati setiap tanggal 29 Juni.

Berikut empat fakta sejarah lahirnya Hari Keluarga Nasional atau Harganas yang dilansir Grid.ID dan sejumlah sumber lain:

1. Keputusan Presiden

Hari Keluarga Nasional atau Harganas pertama kali diperingati pada tahun 1993 di Lampung.

Sedangkan keputusan Hari Keluarga Nasional atau Harganas menjadi hari penting jatuh pada tahun 2014.

Hal tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia nomor 39 Tahun 2014, yang menetapkan Hari Keluarga Nasional atau Harganas diperingati setiap tanggal 29 Juni.

Peringatan Hari Keluarga Nasional atau Harganas dimaksudkan untuk mengingatkan pada seluruh masyarakat Indonesia akan pentingnya keluarga sebagai sumber kekuatan untuk membangun bangsa dan negara.

Keluarga akan selalu menghidupkan, memelihara dan memantapkan serta mengarahkan kekuatan tersebut sebagai perisai dalam menghadapi persoalan yang terjadi.

Keluarga sebagai soko guru bangsa, keluarga sebagai wadah utama dan pertama dalam membina anak-anak.

2. Sudah Ada Sejak Era Soeharto

Walaupun baru diresmikan di tahun 2014, tetapi peringatan Hari Keluarga Nasional atau Harganas sudah dilakukan sejak zaman Presiden Soeharto.

tribunnews
Presiden Soeharto. Gambar diambil pada 15 Januari 1998. (KOMPAS/JB SURATNO)

Seperti yang sudah diterangkan sebelumnya, bahwa pada 29 Juni 1993 telah diperingati Harganas di Lampung.

Upaya tersebut untuk mengingatkan masyarakat Indonesia mengenai arti pentingnya keluarga.

Dimulai dari sebuah keluarga, kita berperan dalam sebuah kemajuan dan persatuan bangsa.

3. Kembalinya Para Pejuang pada Keluarga

Indonesia memang sudah merdeka pada 17 Agustus 1945.

Namun saat itu, Belanda belum mau pergi begitu saja dari Indonesia, sehingga banyak pejuang yang masih harus berjuang.

Setelah Belanda menyerah, situasi dianggap kondusif pada tahun 1949.

Pada 24-29 Juni 1949, tentara Belanda secara bertahap ditarik ke luar dari Yogyakarta.

Kemudian pada tanggal 29 Juni 1949, Yogyakarta sudah bebas dari tentara Belanda.

Saat itulah para pejuang pulang dan kembali berkumpul bersama keluarganya.

Kala itu, Soeharto yang masih menjadi pemimpin tentara melaporkan kepada Sri Sultan Hamengkubuwono IX.

Laporan berisi tentang pemberitahuan bahwa seluruh pejuang telah kembali kepada keluarganya masing-masing.

Momentun inilah yang dijadikan sebagai tonggak lahirnya Hari Keluarga Nasional atau Harganas.

4. Dimulai Program KB

Program Keluarga Berencana (KB) dimulai pada tahun 1957.

 

Terbentuknya Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) itu difokuskan pada penurunan angka kematian ibu hamil dan melahirkan.

tribunnews
Pelayanan Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KBKR) kepada masyarakat yang berlangsung di Puskemas Bantuan (Pusban) Nipah-Nipah Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara, Rabu (29/3/2017). (Humas Pemkab PPU)

Pelaksanaan KB menjadi gerakan nasional yang secara resmi dilakukan pada 29 Juni 1970, bersamaan dengan berdirinya Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional ( BKKBN ).

Ikuti kami di
Editor: Server
Sumber: Tribun Kaltim
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved