Sains

Disebut-sebut Bikin Bodoh, MSG Justru Dibutuhkan oleh Otak dan Syaraf

Banyak yang percaya micin akan berpengaruh pada kepintaran atau kinerja otak seseorang. Padahal, tidak ada penelitian yang membuktikan bahaya micin.

Editor: Geafry Necolsen
Chatelaine
Ilustrasi: Mono Sodium Glutamate (MSG). Banyak yang percaya micin akan berpengaruh pada kepintaran atau kinerja otak seseorang. Padahal, tidak ada penelitian yang membuktikan bahaya micin. 

Disebut-sebut Bikin Bodoh, MSG Justru Dibutuhkan oleh Otak dan Syaraf

TRIBUNKALTIM.CO, WIKI — Pernah dengar istilah generasi micin? Generasi micin untuk menggambarkan perilaku bodoh, yang konon katanya karena terlalu bantyak mengonsumsi micin atau MSG.

Monosodium Glutamate ( MSG) atau yang karib kita kenal sebagai micin sangat akrab di telinga.

Penguat rasa dalam masakan ini sering dihindari karena adanya mitos bisa menyebabkan gangguan kesehatan.

 Katanya, Micin Bikin Bodoh, Mitos atau Fakta?

 Sarapan Pagi Bikin Ngantuk, Mitos atau Fakta?

 Sarapan Pagi, Perlu atau Tidak? Ini Faktanya

Bahkan, banyak yang percaya micin akan berpengaruh pada kepintaran atau kinerja otak seseorang. Padahal, tidak ada penelitian yang membuktikan bahaya micin jika digunakan dalam batas yang disarankan.

Sebenarnya apa sih MSG? Apa saja kandungan di dalamnya? Berbahayakah bagi kesehatan? B

Berikut fakta-faktanya:

1. Apa kandungannya

Monosodium Glutamate merupakan penyedap rasa yang berbahan alami seperti rumput laut, tapioca, ataupun tetes gula (molasses) dari gula tebu yang diolah melalui proses fermentasi.

Secara kimia, MSG berbentuk seperti bubuk crystalline berwarna putih yang mengandung 78 persen asam glutamat dan 22 persen gabungan dari sodium dan air.

Sebenarnya, asam glutamat sendiri sudah ada dalam tubuh manusia.

Beberapa makanan yang kita konsumsi juga sudah mengandung asam glutamat, seperti, keju, tomat dan ekstrak kacang kedelai.

Dalam tubuh manusia, glutamat sendiri berfungsi sebagai penghubung otak ke seluruh jaringan syaraf dan pengendali fungsi tubuh.

2. Rasa yang ditawarkan

Seperti kita tahu, rasa yang dikenal oleh lidah sendiri ada empat yakni rasa asam, manis, asin dan pahit. Sementara MSG menawarkan rasa kelima yakni gurih atau dalam bahasa Jepang dikenal sebagai umami.

Rasa gurih dari MSG sendiri mampu membangkitkan nafsu makan.

3. Takaran

Untuk takaran aman, setiap negara memiliki takaran MSG berbeda untuk makanan yang aman dikonsumsi. Untuk negara-negara di Uni Eropa, tidak ada aturan batas aman.

Namun, penggunaan yang disarankan adalah sebatas 10 gram untuk setiap kilogram makanan, dengan catatan bahwa harus digunakan bersamaan dengan proses pengolahan makanan yang baik.

Di Indonesia sendiri, pengaturan penggunaan MSG dilakukan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang diatur dalam peraturan Kepala BPOM RI N0. 23 Tahun 2013 mengenai batas maksimum penggunaan bahan tambahan pangan penguat rasa.

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved