Faktanya

Mengapa Lampu Kabin Pesawat Dibuat Redup Saat Landas dan Mendarat?

Lampu kabin yang meredup saat lepas landas dan mendarat. Pernahkah bertanya-tanya, mengapa pilot meredupkan lampu kabin?

Newsapi
Cahaya lampu di dalam kabin pesawat 
Mengapa Lampu Kabin Pesawat Dibuat Redup Saat Landas dan Mendarat?
TRIBUNKALTIM.CO, WIKI - Bagi yang sering bepergian naik pesawat mungkin tidak terlalu memperhatikan hal-hal yang terjadi di dalam kabin.
Misalnya lampu kabin yang meredup saat lepas landas dan mendarat.

Pernahkah bertanya-tanya, mengapa pilot meredupkan lampu kabin?

Ternyata itu adalah tindakan keamanan utama yang harus dilakukan.

Bagi yang melakukan penerbangan siang hari tidak terlalu merasakan perbedaannya.

Sementara penumpang yang bepergian dengan penerbangan malam mungkin memperhatikan lampu kabin redup saat lepas landas dan mendarat.

Namun, lampu akan dinyalakan lagi saat pesawat melaju.
Penumpang yang sudah sering bepergian naik pesawat mungkin akan mengabaikan dan menganggap ini hanya hal biasa.

 Deretan Bangku Pesawat yang Paling Tidak Nyaman saat Naik Pesawat

 Ada Alasan Mengapa Kursi Pesawat Berawarna Biru, Ini Penjelasnnya

Sementara mereka yang baru merasakan penerbangan malam hari mungkin bertanya-tanya, kenapa lampu kabin dimatikan atau redup saat lepas landas dan mendarat?

Ternyata tindakan ini sangat vital untuk keselamatan.

Beberapa teori mengatakan cara ini dilakukan untuk mengurangi polusi cahaya di langit.

Teori tersebut tidak salah, tapi ada alasan yang lebih penting dari itu.

 Virus Mematikan Menyebar, Berikut Cara Hindari Terkena Virus di Pesawat

 Jet Lag, Penyakit yang Hanya Dialami Penumpang Pesawat

Pilot dan penulis buku Cockpit Confidential, Patrick Smith mengungkapkan, lampu kabin redup saat mendarat dan lepas landas sebenarnya tindakan pencegahan jika terjadi keadaan darurat.

"Cahaya redup akan membuat mata kita menyesuaikan diri dengan kegelapan, sehingga mata tidak kaget jika sesuatu terjadi dan listrik padam. Kita masih bisa berlari mencari pintu darurat karena mata sudah beradaptasi," jelasnya.

"Penerangan jalan darurat dan rambu-rambu juga akan terlihat lebih jelas. Itu membuat kita lebih jelas saat melihat ke luar. Bayangkan jika kita berada di dalam kabin yang terang, lalu lampu mati tiba-tiba."

Itulah pentingnya meredupkan lampu di kabin saat pesawat akan lepas landas dan mendarat," lanjut Smith.

Sementara itu, pilot lain bernama Kadet Rohan Bhatnagar menjelaskan di forum tanya jawab Quora tentang meredupkan lampu kabin sebagai tindakan keamanan.

Dia menulis, "ini adalah prosedur keselamatan penerbangan. Probabilitas tabrakan lebih tinggi saat take-off dan landing, dibanding saat pesawat sudah mengudara."

"Mata manusia butuh waktu untuk menyesuaikan dengan cahaya di sekitarnya, termasuk dalam kondisi gelap total. Jadi, lampu yang redup bisa membantu mempermudah jika terjadi keadaan darurat dan penumpang bisa dievakuasi dengan cepat."


Dikutip TribunTravel dari laman Express.co.uk, meskipun pesawat terbang diklaim jadi transportasi paling aman, The International Air Transport Association (IATA) menemukan, rata-rata ada satu kecelakaan setiap 2,86 juta penerbangan pada tahun 2016.

Lepas landas dan mendarat adalah waktu paling berisiko bahaya dalam penerbangan.

Itulah sebabnya banyak tindakan keamanan dan pencegahan dilakukan saat take-off dan landing.

The Plus Three Minus Eight secara statistik menyebutkan, "ini (take-off dan landing) adalah waktu yang paling berbahaya menurut Ben Sherwood, penulis "The Survivors Club - Rahasia dan Ilmu yang Dapat Menyelamatkan Hidup Anda".

Penumpang disarankan untuk mengikuti aturan selama take-off dan landing agar tidak melakukan apa pun yang menghalangi proses evakuasi.

Misalnya tak boleh mendengarkan musik, melepas sepatu atau tertidur.

Lampu kabin meredup saat pesawat take off dan landing (utc.com)

Setelah itu, baru orang-orang dapat duduk santai karena kemungkinan kecelakaan pesawat jauh lebih kecil.

Tindakan pencegahan keselamatan lainnya yang diterapkan termasuk mematikan ponsel atau menyalakan mode penerbangan.

Ponsel yang tidak diatur ke mode penerbangan, meskipun tidak digunakan tapi bisa menjadi sesuatu yang mengganggu bagi pilot.

Pilot mengirim dan menerima pesan penting selama penerbangan oleh kontrol lalu lintas udara.

Ponsel bisa mengganggu sistem kerja kokpit, meskipun sebenarnya tidak digunakan oleh penumpang.

Menurut Otoritas Penerbangan Sipil (CAA), "penumpang zaman sekarang sangat bergantung pada komunikasi elektronik dan sistem navigasi yang bekerja berdasarkan transfer energi elektromagnetik, dengan demikian mereka rentan terhadap interferensi elektromagnetik."
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved