Kesehatan

Dampak Pandemi COVID-19: Hantam Sistem Layanan Kesehatan dalam 4 Gelombang

Kemampuan dalam merespons secara cepat dan tepat menjadi kunci agar kita dapat melalui krisis ini dengan baik.

Editor: Geafry Necolsen
Tribun Kaltim
Kedatangan APD di Kota Balikpapan. Jumlah Pasien Dalam Pengawasan ( PDP ) dalam pandemi Corona atau covid-19 bertambah 23 kasus, terbanyak dari Balikpapan pada 18 April 2020. 

Bahkan program pencegahan seperti skrining (kanker payudara dan serviks) juga ikut terganggu di lebih dari 50% negara.

Sebagai sebuah bencana kesehatan yang besar, saya memperkirakan setidaknya pandemi ini akan menghantam sistem pelayanan kesehatan Indonesia dalam empat gelombang besar.

Gelombang pertama

Gelombang kesakitan dan kematian akibat Covid-19 adalah gelombang pertama.

Di Indonesia, gelombang ini dimulai pada awal Maret dengan temuan dua kasus positif. Hingga 13 Juli 2020 kasus telah tumbuh menjadi 76.981 kasus dengan 3.656 kasus kematian.

Gelombang pertama ini diperkirakan masih akan menghantam sistem pelayanan kesehatan dalam jangka waktu yang lama.

Terlebih adanya temuan studi terbaru yang menyatakan bahwa seseorang “berpotensi” untuk dapat tertular virus corona berkali-kali.

Presiden Joko Widodo mengatakan puncak kasus Covid-19 baru akan terjadi pada Agustus-September.

Gelombang kedua

Gelombang kedua adalah krisis keuangan rumah sakit.

Bermula pada April, ketika Kementerian Kesehatan mengeluarkan kebijakan agar rumah sakit mengurangi layanan praktik rutin kecuali dalam kondisi gawat darurat.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved