Kesehatan

Selain Virus Corona, Hal Ini Juga Menjadi Ancaman Serius Bagi Kesehatan Manusia

Polusi udara dapat memotong angka harapan hidup setiap pria, wanita, dan anak-anak di dunia hingga dua tahun.

AlxeyPnferov/Getty Images/iStockphoto
Ilustras. Polusi udara 

Selain Virus Corona, Hal Ini Juga Menjadi Ancaman Serius Bagi Kesehatan Manusia

TRIBUNKALTIM.CO - Sebuah data yang baru dipublikasikan menunjukkan bahwa kualitas udara yang buruk “memberikan ancaman besar bagi kesehatan manusia”. 

Polusi udara dapat memotong angka harapan hidup setiap pria, wanita, dan anak-anak di dunia hingga dua tahun.

Air Quality Life Index (AQLI) mengungkapkan, ketika dunia berlomba-lomba membuat vaksin COVID-19, pencemaran udara terus membuat miliaran orang di dunia menjadi sakit dan memperpendek umur mereka.

Jumlah Penduduk di Bumi Akan Menurun, Kabar Baik atau Buruk?

Hewan dengan Populasi Terbanyak di Bumi, Jumlahnya Melebihi Manusia

Indeks menunjukkan, polusi udara ini sebagian besar berasal dari bahan bakar fosil.

Diketahui bahwa meskipun ada pengurangan materi partikulat di Tiongkok—salah satu negara paling berpolusi di dunia—tapi angka pencemaran udara tetap stabil selama dua dekade terakhir.

Pemimpin studi mengatakan, kualitas udara buruk yang dihirup manusia, memiliki risiko kesehatan yang jauh lebih tinggi dari COVID-19.

“Meskipun ancaman virus corona sangat serius dan memerlukan perhatian lebih, tapi perlu juga menangani polusi udara agar miliaran orang tetap sehat dan bisa hidup lebih lama,” kata Michael Greenstone, pencipta AQLI.

AQLI menemukan fakta bahwa umur mereka bisa terpotong hingga lima tahun, setelah terpapar tingkat polusi yang 44% lebih tinggi dari 20 tahun lalu.

Tidak hanya itu, polusi udara juga “sangat memprihatinkan” di Asia Tenggara, di mana kebakaran hutan, kemacetan, dan pencemaran dari pabrik, bersatu untuk menciptakan udara beracun.

Sekitar 89% dari 650 juta penduduk di sana, menempati area di mana angka polusi udara melebihi batas yang ditetapkan Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Greenstone meminta para pemimpin dunia untuk memprioritaskan masalah kualitas udara setelah pandemi.

“Salah satu solusi untuk menangani polusi adalah kebijakan publik yang kuat,” pungkasnya.

Ikuti kami di
Editor: Server
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved