Lingkungan

Hindari Penangkapan Liar, Pemerintah Diminta Hentikan Ekspor Benih Lobster

Ekspor Benih bening Lobster (BBL) diminta untuk dihentikan, karena sangat merugikan masyarakat.

Editor: Geafry Necolsen
Zookey
Ekspor Benih bening Lobster (BBL) diminta untuk dihentikan, karena sangat merugikan masyarakat. 

Hindari Penangkapan Liar, Pemerintah Diminta Hentikan Ekspor Benih Lobster

TRIBUNKALTIM.CO - Seperti Susi Pudjiastuti, PBNU desak anggota Prabowo Subianto tutup ekspor Benih Lobster, alasannya serius.

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama atau PBNU angkat bicara mengenai berlakunya program ekspor Benih Lobster.

Semula, eks Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti juga kerap bersuara agar ekspor Benih Lobster ditiadakan.

Ekspor Benih bening Lobster (BBL) diminta untuk dihentikan, karena sangat merugikan masyarakat.

Hal ini ditekankan oleh Pengurus Besar Nahdatul Ulama ( PBNU) dalam surat pernyataannya.

Sebab NU menilai kebijakan ini merugikan bagi masyarakat, dan seharusnya pemerintah hanya membolehkan ekspor Lobster dewasa, bukan Benihnya.

Keputusan PB NU ini tertuang dalam hasil Bahtsul Masail Lembaga Bahtsul Masail PB NU, Nomor: 06 Tahun 2020 Tentang Kebijakan Ekspor Benih Lobster.

Keputusan ini ditandatangani oleh Ketua Lembaga Bahtsul Masail PBNU.

Nadjib Hassan dan Sekretaris Sarmidi Husna pada Selasa, 4 Agustus 2020.

Keputusan PB NU ini diteken oleh Ketua Lembaga Bahtsul Masail PBNU, M Nadjib Hassan dan Sekretaris Sarmidi Husna pada Selasa, 4 Agustus 2020

Ada empat kesimpulan yang diambil oleh Ketua Lembaga Bahtsul Masail PB NU:

Pertama, ekspor Benih bening Lobster (BBL) harus dihentikan.

PBNU meminta pemerintah harus memprioritaskan pembudidayaan Lobster di dalam negeri.

Selain itu ekspor hanya diberlakukan pada Lobster dewasa, bukan Benih.

PBNU meminta Menteri KP harus memprioritaskan pengelolaan Benih bening Lobster (BBL) di dalam negeri.

Bukan mengekspor ke Vietnam, dan menguntungkan negara kompetitor tersebut.'

Kedua, pembelian Benih Lobster dari nelayan kecil, bisa tetap difasilitasi, dalam rangka meningkatkan pendapatan nelayan kecil.

Pada keputusan Lembaga Bahtsul Masail PB NU menegaskan agar pemerintah tidak melarang dan melakukan dikriminalisasi sebagaimana Permen KKP 56/2016.

Tetapi Benih Lobster yang dibeli dari nelayan kecil itu bukan untuk diekspor, melainkan dibudidayakan sampai memenuhi standar ekspor, dalam bentuk Lobster dewasa.

Menurut PBNU, ke depan ekspor Lobster dewasa harus diprioritaskan, bukan ekspor Benih bening Lobster.

Ketiga, terhadap pembolehan budi daya Lobster di dalam negeri, LBM PBNU memberi dukungan kebijakan tersebut.

Sementara mengenai syarat kuota dan lokasi yang harus sesuai kajian KAJISTAN, itu adalah upaya protektif agar tidak terjadi penangkapan liar tanpa batas.

Terhadap syarat “Nelayan Kecil yang terdaftar dalam Kelompok Nelayan di Lokasi Penangkapan”, NU menilai ini merupakan mekanisme verifikasi untuk memastikan bahwa mereka betul-betul nelayan kecil, bukan nelayan kecil abal-abal.

Keempat, tujuan pengaturan restocking adalah baik, sesuai dengan tujuan menjaga ketersediaan dan keberlanjutan Lobster.

Namun PBNU meminta pelaksanannya perlu terus diawasi bersama.

Sebab, beberapa catatan kritis pada Permen KP 12/2020 sebagian besar terkait dengan implementasi peraturan ini.

Alasan Susi Pudjiastuti

Bagi Susi Pudjiastuti ekspor Benih berpotensi merusak alam dan merugikan Indonesia.

Dilansir dari akun resmi Twitternya, Susi Pudjiastuti menyebut bahwa industri pembesaran Lobster di Vietnam akan hancur jika tak dapat pasokan dari Indonesia, pada Kamis (26/12/2019).

Bahkan, Susi Pudjiastuti mengungkapkan permohonan maafnya lantaran gagal menutup total ekspor Benih Lobster selama dua tahun terakhir menjadi menteri.

tribunnews
EKSPOR LOBSTER - Mantan Menteri Perikanan dan Kelautan Susi Pudjiastuti bicara soal rencana pemerintah membuka keran ekspor lobster (Twitter/Susipudjiastuti)

Pak President Yth, 2 tahun terakhir saya tidak mampu menghentikan lebih dari 50 % penyelundupan Bibit Lobster dr Wil Indonesia ke Singapura maupun Vietnam.

Walau bila dilihat dr hasil penggagalan penyelundupan nilai estimasi hampir Rp 1 T.. yg berhasil keluar lebih dr 50% nya

 

Andai saja bibit2 Lobster tadi tidak diselundupkan;

di Laut .. maka musim hujan ini para nelayan penangkap Lobster akan merasakan Panen yg lebih dibandingkan 5 thn yg lalu.

tribunnews
EKSPOR LOBSTER - Mantan Menteri Perikanan dan Kelautan Susi Pudjiastuti bicara soal rencana pemerintah membuka keran ekspor lobster (twitter/susipudjiastuti)

Setiap tahun sejak Bapak memerintah penangkapan Lobster jumlahnya sudah mulai terasakan. Mereka bersyukur," tulisnya.

Menurut Susi, uang hingga backingan terhadap oknum yang kuat membuat perintahnya tidak 100 persen dilaksanakan.

Sehingga penyelundupan Benih-Benih Lobster ke Vietman masih ada yang lolos.

"Tanpa bibit Lobster dr kita Vietnam punya Ekspor Lobster & Industri Pembesaran Lobsternya akan Hancur & Rontok.

Namun 2 thn terakhir terutama 1 thn terakhir, sy tidak mampu menggagalkan penyelundupannya dg significant.

Terlalu besar uangnya hingga backing oknum2 besar & kuat ikut.

@susipudjiastuti Mohon maaf dalam 2 tahun terakhir saya gagal untuk menutup total penyelundupan bibit2 Lobster kita. Perintah saya tidak seratus % terlaksana," ungkapnya.

tribunnews
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dan Susi Pudjiastuti (Kolase Tribun Kaltim)

Lebih lanjut, Susi juga menyoroti soal pemberitaan mengenai Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mengingatkan Menteri KKP Edhy Prabowo terkait ekspor Benih Lobster.

Menurut Susi, celah-celah untuk penyelundupan yang dilakukan oknum masih ada.

Ia pun meminta pemerintah tetap waspada terkait pengambilan bibit dari alam.

"Alhamdulilah, di lorong yg gelap ada harapan cahaya... Belajarlah kita dr alam .. Nener Bandeng sudah habis.

Beruntung kita sydah bisa memBenihkan. Lobster kita belum BISA

Jokowi meminta Menteri Edhy mengkaji lagi kebijakan ekspor Benih Lobster.

Tapi tetap kita harus waspada, pengambilan bibit di Alam semestinya tidak untk komersial besar2 an. S

idat yg telah dilarangpun diakali para penyelundup dg alasan budidaya. Ditangkaplah glasseel/ bibit sidat untuk pembesaran.

Alasan budidaya. Ternyata tetap diselundupkan.

Hingga sidatpun sudah hampir punah.

Cites apendix 2. Dan sidat belum bisa kita melakukan pemBenihan di penangkaran. Semua bibit alam. Contoh jelas adlh Nener Bandeng!!!

Di Alam sudah punah. Untuk sudah bisa pemBenihan buatan. Kalau tidak ikan bandeng asap tidak akan ada," ujarnya. 

 

Susi menjelaskan, hingga saat ini, orang-orang baru bisa melakukan pembesaran Benih Lobster, dan belum mampu membudidayakannya.

"Seharus..pengganti Ibu..seharusnya ber pikiran sama

Budidaya... Vietnam ber hasil...knp kita tdk?

Mkin Vietnam bisa menjadi mentor kita..utk belajar budidaya...," kata akun @Openmind_yg.

"@susipudjiastuti Bukan Budidaya !!! Tapi pembesaran saja!!!

kita belum mampu mengawinkan dan membuat Lobster hamil hingga kita bisa pijahkan sendiri.

Jadi yg dimaksud BUDIDAYA disini adalh PEMBESARAN saja," balas Susi.

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved