Layanan Publik

Cara Klaim Jaminan Hari Tua Bagi Korban PHK

Di masa pandemi Virus Corona atau covid-19, Jamsostek memberikan layanan pencairan JHT secara online.

Editor: Geafry Necolsen
Antara Foto
Petugas BPJS Ketenagakerjaan melayani warga di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Daerah Istimewa Yogyakarta, DI Yogyakarta. 

Cara Klaim Jaminan Hari Tua Bagi Korban PHK

TRIBUNKALTIM.CO - Simak tata cara klaim Jaminan Hari Tua atau JHT dari BP Jamsostek bagi korban PHK, bisa online, siapkan persyaratan ini.

Pandemi Virus Corona atau covid-19 di Indonesia menimbulkan gelombang Pemutusan Hubungan Kerja atau PHK.

Bagi Anda korban PHK, bisa mencairkan dana Tunjangan Hari Tua atau JHT di BPJS Ketenagakerjaan atau yang dulu disebut Jamsostek.

Dampak ekonomi dan sosial akibat kebijakan pembatasan pemerintah terkait upaya pencegahan Virus Corona mulai muncul ke permukaan.

Salah satunya yakni munculnya gelombang pengangguran akibat adanya Pemutusan Hubungan Kerja ( PHK) dari banyak perusahaan.

Berdasarkan data Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) hingga 20 April 2020, terdapat 2.084.593 pekerja.

Berasal dari 116.370 perusahaan dirumahkan dan kena PHK akibat terimbas pandemi Virus Corona.

Lantas, seandainya menjadi korban PHK, apakah seseorang yang selama bekerja terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan atau BP Jamsostek dapat mengajukan klaim pencairan Jaminan Hari Tua ( JHT)?

Saat dikonfirmasi hal itu, Deputi Direktur Humas dan Antar Lembaga BP Jamsostek, Irvansyah Utoh Banja menjelaskan pihaknya siap untuk membayarkan klaim JHT kepara para peserta, baik sepenuhnya atau sebagian.

"Bagi semua peserta berhak (mencairkan), yang telah memenuhi persyaratan sesuai dengan ketentuan,” ujarnya saat dihubungi Kompas.com, Minggu (3/5/2020).

Pelayanan klaim

Terkait dengan pelayanan, menurut pria yang akrab disapa Utoh ini, pihaknya tetap memberikan pelayanan klaim.

Namun dilakukan tanpa melakukan kontak fisik yang kemudian disebut dengan LAPAK ASIK.

“Para peserta yang akan mengambil dana JHT-nya, tidak harus datang ke Kantor Cabang setempat.

Namun bisa dilakukan secara online dari rumah setiap peserta,” terang Utoh.

Lebih lanjut, Utoh mengatakan apabila terpaksa untuk melakukan pengajuan ke Kantor Cabang, BPJamsostek juga telah menerapkan protokol layanan terbatas kepada para pengunjung yang hadir.

Seperti, penyerahan dokumen melalui dropbox.

Harapannya agar tetap bisa menjaga kesehatan dan keselamatan para peserta maupun petugas agar tak terpapar virus.

Adapun prosedur LAPAK ASIK diterapkan di seluruh kantor cabang dan kantor cabang perintis sampai kondisi darurat covid-19 berakhir.

Dokumen yang diperlukan

Utoh menyampaikan, adapun dokumen yang dipersyaratkan untuk pengajuan klaim JHT adalah sebagai berikut:

  1. Formulir klaim yang telah diisi
  2. Kartu Peserta BPJS Ketenagakerjaan
  3. KTP dan Kartu Keluarga
  4. Parklaring (surat keterangan yang isinya berupa pernyataan bahwa seseorang pernah bekerja pada sebuah lembaga dengan posisi atau jabatan dan jangka waktu tertentu)
  5. Buku Rekening Tabungan Aktif
  6. Foto peserta terbaru
  7. NPWP untuk saldo JHT di atas Rp 50 juta.

Melansir dari Kompas.com (27/11/2019) mengacu pada UU No. 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional, JHT merupakan program nasional yang dijalankan berdasarkan prinsip asuransi sosial atau tabungan wajib.

Tujuannya adalah untuk menjamin setiap peserta menerima sejumlah uang tunai secara sekaligus apabila memasuki masa pensiun di kemudian hari.

Selain JHT, saat seseorang bekerja dan terdaftar sebagai peserta BPJamsostek gaji juga terpotong untuk membayar iuran Jaminan Pensiun atau JP.

Akan tetapi, jaminan pensiun hanya dapat diambil ketika memasuki waktu pensiun.

"JP baru bisa diambil ketika usia pensiun, atau meninggal/cacat total tetap," terang Utoh.

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved