Internasional

Ikut Jejak AS Jegal Huawei, China Balas Perlakuan Inggris dan Uni Eropa

China pun menargetkan Nokia dan Sony Ericsson sebagai balasan atas sikap Uni Eropa tersebut.

Editor: Geafry Necolsen
Shutterstock
Ilustrasi: Produk buatan China 

Media pemerintah China bereaksi cepat terhadap pembatasan baru yang diberlakukan pada pasokan teknologi utama bagi perusahaan domestiknya ini.

Menurut Global Times, China siap untuk menempatkan perusahaan-perusahaan AS pada apa yang disebut sebagai 'daftar entitas yang tidak dapat diandalkan'.

Selain itu, negara yang dipimpin Presiden Xi Jinping itu juga akan meluncurkan penyelidikan terhadap Qualcomm, Cisco dan Apple di bawah Tinjauan Cybersecurity dan Undang-undang (UU) Anti Monopoli.

Laporan itu menambahkan pula bahwa perusahaan-perusahaan tersebut kemungkinan akan menghadapi beberapa pembatasan.

Namun terkait rincian batasannya, belum ada laporan lebih lanjut.

China juga berencana menangguhkan pembelian pesawat keluaran AS, Boeing.

Ini bisa menjadi pukulan besar bagi produsen dirgantara kebanggaan AS itu lantaran mereka saat ini tengah menghadapi kerugian besar akibat krisis yang disebabkan virus corona (Covid-19).

Perlu diketahui, pembatasan terbaru yang diterapkan Departemen Perdagangan AS mewajibkan produsen semikonduktor asing yang menggunakan perangkat lunak dan teknologi AS untuk terlebih dahulu memperoleh lisensi dari pejabat AS, sebelum mengirimkan produknya ke Huawei.

Pada saat yang sama, larangan itu disebut tengah menargetkan chip yang dirancang untuk Huawei, yang tentunya membutuhkan lisensi serupa.

Huawei memang telah lama menjadi sasaran AS karena dugaan hubungan baik yang terjalin antara perusahaaan itu dengan pemerintah China.

Tuduhan ini berulang kali dibantah perusahaan tersebut.

Di sisi lain, AS menganggap Huawei sebagai ancaman bagi keamanan nasional.

AS juga telah mendorong sekutunya untuk menyingkirkan teknologi Huawei, terutama jaringan 5G dari negara mereka.

Tahun lalu, administrasi Trump melarang perusahaan AS melakukan bisnis dengan Huawei.

Namun telah memberikan lisensi sementara untuk memfasilitasi dukungan bagi perangkat keras yang ada, dengan pembaruan perangkat lunak sejak saat itu.

Sumber: Tribun Kaltim

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved