Lingkungan

Corona, Berdampak Negatif pada Manusia, Tapi Berdampak Positif untuk Lingkungan?

Kini, dengan ‘relaksasi’ karantina wilayah, para ahli khawatir kondisi Bumi akan kembali seperti semula, atau bahkan lebih parah.

Editor: Geafry Necolsen
AlxeyPnferov/Getty Images/iStockphoto
Ilustras. Polusi udara 

Corona, Berdampak Negatif pada Manusia, Tapi Berdampak Positif untuk Lingkungan?

TRIBUNKALTIM.CO – Banyak orang mengatakan pandemi COVID-19 “baik bagi lingkungan”. Mereka mengungkapkan bahwa alam sedang menyembuhkan dirinya sendiri ketika manusia berdiam diri di rumah.

Corona memang berdampak negatif terhadap kesehatan bahkan perekonomian.

Namun, manfaatnya mungkin hanya bisa kita rasakan di awal, mulai dari udara yang lebih bersih hingga kicauan burung yang terdengar ketika suara mobil dan pesawat tidak ada.

Kini, dengan ‘relaksasi’ karantina wilayah, para ahli khawatir kondisi Bumi akan kembali seperti semula, atau bahkan lebih parah.

Mungkin akan muncul lebih banyak kemacetan, polusi udara, dan perubahan iklim yang memburuk.

Memang terlalu dini untuk mengetahui apakah skenario suram itu akan terjadi, tapi tanda-tanda yang memprihatikan sudah terlihat di beberapa negara.

Virus Corona Menjernihkan Sungai Terkotor di Dunia

Pada awal April, dengan adanya karantina wilayah, emisi karbon menurun sebanyak 17% dibandingkan dengan tahun lalu.

Namun, pada 11 Juni, data terbaru menunjukkan bahwa itu hanya lebih rendah 5% di waktu yang sama pada tahun lalu—padahal aktivitas normal belum berfungsi sepenuhnya.

“Kita masih memiliki jumlah mobil, jalanan, industri, dan rumah yang sama,” kata Corinne Le Quéré, pemimpin penelitian sekaligus profesor perubahan iklim dari University of East Anglia.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved