Lingkungan

Merkuri, Zat Beracun Ditemukan di Laut Terdalam Bumi, Apa Dampaknya?

Merkuri yang beracun ini sangat berbahaya bagi hewan lain dan juga manusia, terutama pada janin yang sedang berkembang.

Editor: Geafry Necolsen
Tribun Kaltim/GEAFRY NECOLSEN
Ilustrasi penyelam. Merkuri yang beracun bagi hewan lain dan juga manusia, ditemukan di dasar laut Palung Mariana. 

Merkuri, Zat Beracun Ditemukan di Laut Terdalam Bumi, Apa Dampaknya?

TRIBUNKALTIM.CO – Polusi merkuri buatan manusia telah mencapai dasar laut terdalam, menurut para ilmuwan.

Dua kelompok ilmuwan dari Tiongkok dan AS menemukan merkuri beracun pada ikan-ikan dan krustasea yang hidup lebih dari 11 ribu meter di bawah permukaan laut—tepatnya di Palung Mariana.

“Ini mengejutkan. Penelitian sebelumnya menyatakan bahwa merkuri ditemukan di beberapa ratus meter teratas lautan.

Dengan begitu, hewan-hewan laut dalam kemungkinan tidak akan menelan zat berbahaya tersebut.

Namun kini, kita tahu itu tidak benar,” ujar Dr Ruoyu Su pemimpin penelitian dari Tianjin University di Tiongkok.

Merkuri yang tertelan hewan laut kecil, pada akhirnya bisa membahayakan spesies yang lebih besar ketika mereka memakan organisme tersebut.

Ini menghasilkan konsentrasi yang lebih berbahaya dari logam cair yang terakumulasi pada hewan teratas di rantai makanan.

Merkuri yang beracun ini sangat berbahaya bagi hewan lain dan juga manusia, terutama pada janin yang sedang berkembang.

Dr Sun dan timnya menggunakan wahana eksplorasi laut dalam untuk menangkap hewan di kedalaman 7.000-11.000 meter dan mengambil sampel sedimen pada 5.500-9.200 meter.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved