Ekonomi

Tarif Tol Balikpapan - Samarinda Dinilai Tinggi, Bisa Memperlambat Roda Ekonomi Kaltim

Tarif jalan tol Balikpapan Samarinda atau Tol Balsam sebesar Rp 1.200 per kilometer dianggap sebagian masyarakat cukup mahal.

Tarif Tol Balikpapan - Samarinda Dinilai Tinggi, Bisa Memperlambat Roda Ekonomi Kaltim
Tribunnews
Sejak tanggal 12 Juni 2020 tarif tol Balikpapan - Samarinda mulai diberlakukan. 

Tarif Tol Balikpapan - Samarinda Dinilai Tinggi, Bisa Memperlambat Roda Ekonomi Kaltim

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Ketua DPRD Kaltim Makmur HAPK menyatakan, pembangunan jalan tol Balikpapan - Samarinda ( Tol Balsam ) semestinya menjadi rangsangan percepatan perekonomian di Kalimantan Timur.

Dirinya berpandangan, jika tarif Tol Balsam diterapkan dengan harga yang tinggi, tentu saja akan memperlambat perekonomian di benua etam Kalimantan Timur ini.

"Apalagi kita sebagai penyumbang terbesar APBN di negara ini, wajar lah kita meminta itu," ujarnya pada Selasa (30/6/2020).

Ia bersama anggota lainnya tetap berkomitmen akan terus memperjuangkan aspirasi masyarakat terkait penurunan tarif jalan tol Balikpapan-Samarinda ( Tol Balsam ).

Makmur HAPK mengatakan bersama 55 orang anggota DPRD Kaltim akan terus mempertanyakan sekaligus menindaklanjuti pemerintah terhadap keluhan masyarakat Kalimantan Timur yang merasa dirugikan akibat tingginya biaya tarif tol.

"Intinya akan kita pertanyakan terus. Itukan tugas kami," kata Makmur HAPK.

Selain masalah tarif, beberapa masalah seputar tol akan terus diperjuangkan. Khususnya hak masyarakat terkait pembebasan lahan tol yang belum terealisasi hingga saat ini.

"Kita akan hitung dan cermati sebaik mungkin. Jangan sampai juga masalah hak seperti pembayaran tanah yang belum terselesaikan itu menjadi masalah yang berlarut," ujarnya.

Gubernur Kaltim Imbau Lewat Jalan Biasa

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Server
Sumber: Tribun Kaltim
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved