Wabah Penyakit

Tahun 2014, Flu Babi Tewaskan 1.500 Orang di India

Pihak kesehatan yang berwenang mengatakan, wabahnya terus meluas karena virus itu berkembang di tengah curah hujan yang turun

Tahun 2014, Flu Babi Tewaskan 1.500 Orang di India
India Today
Flu babi juga pernah mewabah di tahun 2014 dan menewaskan 1.500 warga India. Lalu menyebar ke seluruh dunia. Ketika itu, kira-kira 2.700 orang meninggal di India. 

Tahun 2014, Flu Babi Tewaskan 1.500 Orang di India

TRIBUNKALTIM.CO, NEW DELHI - India pernah menghadapi kesulitan mengekang wabah flu babi yang telah menewaskan lebih dari 2.700 orang sejak merebak pada pertengahan Desember 2014. lalu.

Sekitar 26.000 orang telah terbukti positif mengidap virus itu.

Pihak kesehatan yang berwenang mengatakan, wabahnya terus meluas karena virus itu berkembang di tengah curah hujan yang turun di luar musim dan tingkat kelembaban tinggi saat ini.

Waspada Virus G4, Flu Babi Jenis Baru Muncul di China, Ini Cara Penularannya

Perbedaan Flu Babi dan Novel Coronavirus, Lebih Banyak Kemiripannya

Corona Belum Tuntas, Virus Baru G4 Muncul dan Berpotensi Jadi Pandemi

Para pakar medis mengeluhkan bahwa kebijakan pencegahan yang buruk telah memicu lonjakan jumlah infeksi virus H1N1 di negara itu. Mereka mengatakan, lambatnya diagnosis juga ikut menambah jumlah korban meninggal.

Wabah besar flu babi terakhir merebak tahun 2009, yang berawal dari Meksiko, lalu menyebar ke seluruh dunia. Ketika itu, kira-kira 2.700 orang meninggal di India.

Virus tersebut, yang menurut para ilmuwan adalah campuran baru gen babi, burung, dan manusia, kini menyebar secara musiman di banyak negara. India tahun lalu mencatat 218 korban meninggal akibat flu babi, turun dari 699 tahun sebelumnya.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, tingginya jumlah penderita flu babi di India tidak lazim. Biasanya terdapat dalam badan babi, virus jenis H1N1 itu umumnya tertular dengan menghirup percikan batuk atau bersin seorang penderita atau dengan menyentuh permukaan yang terinfeksi.

Gejala-gejala flu burung diawali dengan demam tinggi, menggigil, sakit kepala, sakit tenggorokan, pilek, dan kelelahan sehingga sering hanya dikira flu biasa.

Sejumlah laporan media lokal mengatakan, banyak apotek mulai kehabisan obat anti-virus Oseltamivir dan Tamiflu, yang saat ini digunakan untuk mengobati infeksi H1N1. Tetapi, Menteri Kesehatan India JP Nadda menyarankan warga agar tidak panik dan memastikan ketersediaan obat dan klinik untuk mengobati para pasien.

Kalangan dokter mengatakan, wabah tersebut tampaknya akan mereda dalam beberapa minggu mendatang karena suhu udara mulai menghangat. (*)

Ikuti kami di
Editor: Server
Sumber: Tribun Kaltim
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved