Kebijakan Publik

Untuk Belajar di Rumah, Guru dan Siswa Gakin di Balikpapan Bisa Beli Kuota Pakai Dana BOS

Kebijakan ini diambil untuk mendukung proses pembelajaran daring (online) di tengah pandemi covid-19.

Untuk Belajar di Rumah, Guru dan Siswa Gakin di Balikpapan Bisa Beli Kuota Pakai Dana BOS
BBC
Ilustrasi, selama pandemi virus corona, orangtua berperan mendampingi anak belajar di rumah. 

Untuk Belajar di Rumah, Guru dan Siswa Gakin di Balikpapan Bisa Beli Kuota Pakai Dana BOS

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN- Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) kini bisa digunakan untuk membiayai pembelian kuota internet.

Kebijakan ini diambil untuk mendukung proses pembelajaran daring (online) di tengah pandemi covid-19.

Terlebih pada daerah yang masih berstatus wilayah Zona Merah, pada tahun ajaran baru 2020/2021 nanti masih belum bisa melakukan pembelajaraan secara tatap muka.

"Artinya selama belajar daring, guru boleh menggunakan dana BOS reguler untuk kuota internet," kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Balikpapan, Kalimantan Timur, Muhaimin.

Menurutnya, ini bukan hanya berlaku bagi guru saja, namun termasuk didalamnya tenaga kependidikan dan para siswa.

Sementara BOS Kota akan digunakan juga apabila jumlah guru yang melakukan pembelajaran daring tak cukup dicover oleh BOS reguler.

"Tahun ini untuk pembelajaran daring sepenuhnya biaya kuota untuk guru, tenaga kependidikan, siswa gakin disetiap sekolah, dibantu dari BOS reguler dan BOS kota," terangnya.

Kebijakan ini juga telah diatur dalam Surat Edaran Mendikbud Nomor 4/2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19.

Dimana suart tersebut merujuk mengenai penggunaan dana BOS untuk pengadaan barang sesuai kebutuhan sekolah.

"Jadi ini bisa fleksible penggunaannya, kalau dulu kan ada pembatasan setiap item. Sekarang silahkan kreasi kepala sekolah yang penting itu bisa untuk menangani kondisi covid-19," jelasnya.

Untuk itu, Disdikbud Kota Balikpapan saat ini pun tengah meminta semua Kepala Sekolah untuk mendata jumlah warga sekolah yang membutuhkan kuota.

Termasuk siswa Gakin yang kurang mampu ekonominya dan jumlah guru yang bisa melaksanakan daring.

"Kita akan hitung presentasenya untuk pembelian kuota," pungkasnya. (*)

Ikuti kami di
Editor: Server
Sumber: Tribun Kaltim
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved