Tak Asal Gigit, Nyamuk Juga Pilih-pilih, Terutama yang Bau Keringat

dr. Santi dari Medical Centre Kompas Gramedia menjelaskan bahwa tidak semua orang memiliki potensi yang sama untuk menjadi sasaran gigitan nyamuk.

Tak Asal Gigit, Nyamuk Juga Pilih-pilih, Terutama yang Bau Keringat
istimewa
Untuk menghindari gigitan nyamuk seseorang setidaknya harus memiliki daya tahan tubuh yang baik, rajin mandi, serta tidak menggunakan wewangian buah atau bunga. 

Tak Asal Gigit, Nyamuk Juga Pilih-pilih, Terutama yang Bau Keringat

TRIBUNKALTIM.CO, WIKI - Salah satu ciri dari musim hujan adalah banyaknya jumlah nyamuk yang dikarenakan banyak genangan air tempat nyamuk menaruh telur-telurnya.

Penyakit yang berhubungan dengan nyamuk pun ikut marak seiring dengan banyaknya nyamuk, termasuk yang paling sering adalah Demam Berdarah Deangue atau DBD.

Meski demikian, dr. Santi dari Medical Centre Kompas Gramedia menjelaskan bahwa tidak semua orang memiliki potensi yang sama untuk menjadi sasaran gigitan nyamuk.

Dr. Santi menjabarkan beberapa ciri orang yang berpotensi lebih besar terkena gigitan nyamuk, yang juga bisa menjadi ciri orang yang berpotensi lebih besar terkena virus DBD.

“Virus itu berkaitan dengan daya tahan tubuh, jadi seperti anak kecil, orang tua, orang yang punya kelainan imun itu lebih mudah terkena virus,” jelasnya.

Namun, tak hanya orang yang memiliki daya tahan tubuh yang lemah, tetapi ciri berikut juga bisa menyebabkan naiknya potensi jadi sasaran gigitan nyamuk.

Gigitan nyamuk
Gigitan nyamuk (net)

“Nyamuk yang gigit manusia adalah yang betina, nah yang betina itu bisa melihat, merasakan, dan membaui kita.

Nyamuk ini sukanya mengigit orang yang badannya panas, karena nyamuk menangkap sensor panas,” ungkap dr. Santi.

Selain orang dengan suhu badan yang tinggi, orang yang berbau keringat atau belum mandi juga menjadi sasaran empuk gigitan nyamuk.

Tak hanya yang berbau kurang sedap, namun orang yang menggunakan wewangian atau parfum dengan aroma buah-buahan dan bunga juga berpotensi lebih tinggi.

“Kemudian orang yang banyak mengeluarkan karbon dioksida, jadi yang napasnya cepat berarti kan mengeluarkan karbon dioksidanya banyak, nah itu lebih cenderung digigit oleh si nyamuk,” tambah dr. Santi.

Kemudian pihaknya juga menambahkan bahwa orang dengan golongan darah O paling sering digigit oleh nyamuk, sedangkan yang paling jarang digigit nyamuk adalah orang dengan golongan darah A.

Meski demikian, data tersebut masih berdasarkan penelitian yang belum bisa dipastikan alasannya secara ilmiah.

Jadi dr. Santi menegaskan untuk menghindari gigitan nyamuk seseorang setidaknya harus memiliki daya tahan tubuh yang baik, rajin mandi, serta tidak menggunakan wewangian buah atau bunga.

Ikuti kami di
Editor: Server
Sumber: Tribun Kaltim
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved