Internasional

Konflik Laut China Selatan, Bagaimana Sikap Prabowo Subianto Sebagai Menteri Pertahanan?

Diketahui, selain China, banyak negara yang juga mengklaim berhak atas wilayah tersebut, yakni Vietnam, Filipina, hingga Malaysia.

Konflik Laut China Selatan, Bagaimana Sikap Prabowo Subianto Sebagai Menteri Pertahanan?
Wikipedia
Pulau Woody atau Yongxing adalah yang terbesar dalam jajaran Kepulauan Paracel yang disengketakan di Laut China Selatan. 

Konflik Laut China Selatan, Bagaimana Sikap Prabowo Subianto Sebagai Menteri Pertahanan?

TRIBUNKALTIM.CO - Konflik Laut China Selatan memanas, Menhan Prabowo Subianto melalui juru bicaranya angkat bicara.

Situasi konflik di Laut China Selatan belakangan memanas.

Diketahui, selain China, banyak negara yang juga mengklaim berhak atas wilayah tersebut, yakni Vietnam, Filipina, hingga Malaysia.

Juru Bicara Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan Indonesia tidak akan terlibat bila konflik di Laut China Selatan berujung perang.

Hal tersebut diungkapkan menyusul memanasnya hubungan Amerika dan China beserta aliansinya di Laut China Selatan.

 

Pernyataan Dahnil menjawab pertanyaan peserta diskusi terkait sikap pemerintah Indonesia apabila perang terbuka terjadi di Laut China Selatan menyusul ketegangan di wilayah tersebut kian meningkat belakangan ini.

"Kita kembali kepada Undang-Undang, tentu kita tak akan terlibat dalam konflik tersebut," kata Dahnil dalam diskusi Forum Monitor Seri 4 yang diselenggarakan Monitor.id secara virtual, Kamis (18/6/2020).

Selain karena amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar yang menegaskan sikap Indonesia dalam kancah dunia yakni ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, Dahnil juga menegaskan Indonesia sampai saat ini tidak memiliki pakta pertahanan dengan negara manapun.

Untuk itu, ia menegaskan bahwa sikap Indonesia dalam hal tersebut adalah bebas aktif.

"Yang jelas, kita tidak akan jadi proksi, proksi manapun. Kita tidak punya keterkaitan dengan pakta pertahanan dimanapun. Dengan siapapun. Jadi kita bebas aktif terkait dengan itu," kata Dahnil.
Dahnil juga mengatakan hubungan ekonomi Indonesia dengan China tidak membuat sikap Indonesia menjadi terikat karena Indonesia tidak memiliki pakta pertahanan dengan China atau negara manapun.

"Kalau ada mislanya yang katakan, kan kita banyak hubungan ekonomi yang besar dengan China. Tidak ada masalah. Itu kemudian tidak membuat kita terikat dan mengikat sikap kita harus ikut China dan atau Amerika," kata Dahnil.

Ikuti kami di
Editor: Server
Sumber: Tribun Kaltim
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved