Wabah Penyakit

Selain Virus Corona dan Ebola, Ada Wabah Locus di Afrika

"Meskipun banyak perhatian kita tertuju pada pandemi, WHO terus memantau dan menanggapi banyak keadaan darurat kesehatan lainnya," terang Dr Tedros da

istimewa
Wabah Locust di Afrika 

Melansir Daily Star pada Minggu (17/5/20) via Sosok.ID, sebuah skenario mengerikan yang disebut Locust-19.

Epidemi ini mulanya terjadi di Afrika Timur.

Ilustrasi belalang yang ada di Epidemi Locust-19. Wabah baru ini sudah masuk di wilayah Afrika
Ilustrasi belalang yang ada di Epidemi Locust-19. Wabah baru ini sudah masuk di wilayah Afrika (Daily Star via Intisari)

Hal satu ini tampaknya bisa menjadi masalah yang lebih serius dari covid-19.

Bagi masyarakat Afrika wabah ini telah menyebar sejak akhir tahun 2019 dan masih berlanjut hingga saat ini. 

Ironisnya, karena wabah ini hanya dialami oleh negara di benua hitam, nyaris informasinya tidak terekspos oleh dunia, dan sedikit mendapat perhatian.

Menurut laporan, wabah ini berasal dari jutaan belalang yang melakukan migrasi dari negara ke negara lain.

Hal ini diperburuk dengan mewabahnya covid-19 yang juga sudah mulai masuk ke Afrika.

Menurut keterangan, belalang agresif ini merusak tanaman di Somalia, Ethiopia, Kenya, Uganda dan Sudan Selatan pada bulan Januari.

Wabah ini diperkirakan menyebabkan 30 juta manusia akan mengalami kelaparan massal di Afrika akibat kekurangan pangan yang dirusak oleh belalang.

Gelombang belalang kedua telah bergerak dan menimbulkan kekacauan antar negara, dampaknya lebih besar daripada covid-19.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: Geafry Necolsen
Sumber: Tribun Kaltim
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved