Wabah Penyakit

5 Wabah Terburuk di Dunia yang Merenggut Ratusan Juta Nyawa Manusia

Wabah yang melanda umat manusia ini pun ternyata sudah ada sejak zaman dahulu kala. Dalam sejarah, beberapa wabah ini banyak menelan korban jiwa.

AFP
PEMAKAMAN PASIEN COVID-19 - (ilustrasi) Petugas melakukan proses pemakaman jenazah korban virus corona (Covid-19) di sebuah Taman Pemakaman Umum (TPU), di Jakarta, Rabu (15/4/2020). 

Serta orang yang terinfeksi wajib mengisolasikan diri dalam rumah untuk mencegah penyebarannya.

Mereka yang tewas dimakamkan secara massal.

Begitulah pandemi tersebut bisa berakhir.

4. Cacar Air

Cacar Air
Cacar Air (wikimedia)

Cacar air selama berabad-abad menjadi penyakit endemic di Eropa, Asia, dan negara-negara Arab.

Penyakit ini bisa menewaskan 3 dari 10 orang yang terjangkit.

Sisanya mengalami bekas luka yang cukup parah.

Orang yang membawa penyakit ini dari masa lampau ke dunia modern adalah para penjelajah Eropa.

Populasi yang kini menempati wilayah Meksiko dan Amerika Serikat memiliki nol imunitas terhadap cacar air.

Dengan kemunculan penjelajah Eropa di dua wilayah tersebut, angka kematian mencapai puluhan juta jiwa.

Beberapa abad berselang, cacar merupakan virus epidemi pertama yang memiliki vaksin.

Butuh waktu setidaknya dua abad kemudian yakni pada 1980-an.

World Health Organization mengumumkan cacar air akhirnya kandas dari muka bumi.

5. Kolera

Lukisan Pavel Fedotov menunjukkan kematian akibat kolera pada pertengahan abad ke-19.
Lukisan Pavel Fedotov menunjukkan kematian akibat kolera pada pertengahan abad ke-19. (wikimedia)

Penyakit ini menyerang Inggris diperkirakan pada abad ke-19.

Wabah ini menewaskan setidaknya puluhan ribu orang.

John Snow merupakan salah satu dokter yang menyadari bahwa penyakit tersebut berasal dari air minum.

Snow pun meyakinkan pemerintah setempat untuk mengganti handle di sumber air Broad Street.

Alhasil infeksi kolera dapat berkurang seketika.

Hal yang dilakukan Snow ini menjadi acuan banyak pihak memperbaiki sanitasi dan menjaga kebersihan air minum dari kontaminasi bakteri.

Saat ini, kolera tereliminasi dari negara-negara maju.

Namun di negara-negara dunia ketiga, penyakit ini masih mengancam karena terbatasnya akses air bersih.

Ikuti kami di
Editor: Geafry Necolsen
Sumber: Tribun Kaltim
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved