Wabah Penyakit

5 Wabah Terburuk di Dunia yang Merenggut Ratusan Juta Nyawa Manusia

Wabah yang melanda umat manusia ini pun ternyata sudah ada sejak zaman dahulu kala. Dalam sejarah, beberapa wabah ini banyak menelan korban jiwa.

AFP
PEMAKAMAN PASIEN COVID-19 - (ilustrasi) Petugas melakukan proses pemakaman jenazah korban virus corona (Covid-19) di sebuah Taman Pemakaman Umum (TPU), di Jakarta, Rabu (15/4/2020). 

Bakteri ini dibawa dari Mesir melalui Laut Mediterrania. Yersinia pestis tersebut menempel pada tikus hitam yang ada di kapal.

Wabah tersebut pun menyebar dan mematikan Konstantinopel. Penyebaran wabah ini pun hingga ke Eropa, Asia, Afrika Utara, dan Arab.

Diperkirakan bakteri tersebut membuat sekira setengah populasi dunia meninggal. Jumlahnya diperkirakan 30-50 juta jiwa yang meninggal.

“Pada saat itu yang dilakukan hanya menghindari yang sakit.
Besar keyakinan pada waktu itu pandemi berakhir karena orang yang terinfeksi dan masih hidup menghasilkan imunitas,” tutur Thomas Mockaitis, profesor sejarah di DePaul University.

2. Black Death

Black Death
Black Death (wikimedia)

Wabah ini terjadi 800 tahun setelah Plague of Justinian. Di Eropa, tepatnya pada 1347, wabah yang sama pun menyerang.

Lama wabah ini menyerang sekira empat tahun dan menewaskan 200 juta jiwa. Mockaitis menyebutkan belum ada yang mengetahui penyebab berhentinya wabah ini.

Namun pasti ada hubungannya dengan karantina. Pada saat itu, pemerintah kota pelabuhan Ragusa, Italia, melakukan karantina terhadap para pelayar.

Ini dimaksudkan untuk membuktikan bahwa mereka tidak membawa penyakit. Awalnya, para pelayar ditahan di kapal mereka selama 30 hari.

Kondisi tersebut dinamai Hukum Venesia sebagai trentino. Kemudian, masa isolasi bertambah menjadi 40 hari yang dikenal sebagai quarantine.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: Geafry Necolsen
Sumber: Tribun Kaltim
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved