Wabah Penyakit

5 Wabah Terburuk di Dunia yang Merenggut Ratusan Juta Nyawa Manusia

Wabah yang melanda umat manusia ini pun ternyata sudah ada sejak zaman dahulu kala. Dalam sejarah, beberapa wabah ini banyak menelan korban jiwa.

Editor: Geafry Necolsen
AFP
PEMAKAMAN PASIEN COVID-19 - (ilustrasi) Petugas melakukan proses pemakaman jenazah korban virus corona (Covid-19) di sebuah Taman Pemakaman Umum (TPU), di Jakarta, Rabu (15/4/2020). 

5 Wabah Terburuk di Dunia yang Merenggut Ratusan Juta Nyawa Manusia

TRIBUNKALTIM.CO - Sebelum wabah virus Corona atau covid-19 mengancam dunia, 5 wabah terburuk di dunia ini bisa berakhir dan temukan vaksin, termasuk cacar air.

Mari belajar dari sejarah 5 wabah penyakit terburuk dan terparah di dunia ini agar virus Corona atau covid-19 juga segera berlalu!

Wabah yang melanda umat manusia ini pun ternyata sudah ada sejak zaman dahulu kala. Dalam sejarah, beberapa wabah ini banyak menelan korban jiwa.

Terlebih banyaknya populasi orang yang hidup berdampingan dengan hewan. Terkadang dengan sanitasi dan sumber daya alam yang terbatas.

Hal ini menyebabkan infeksi penyakit mudah menular dan menyebar. Kemudian penyakit ini dapat mengancam orang dalam jumlah yang besar.

Berikut ini lima wabah terbesar yang tercatat dalam sejarah dunia:

1. Plague of Justinian

Plague of Justinian
Plague of Justinian (wikimedia)

Wabah ini terjadi pada tahun 541 masehi. Justinian adalah wabah yang menginvasi Konstantinopel, ibu kota Kerajaan Byzantine.

Kota tersebut kini menjadi Kota Istanbul, Turki. Tiga pandemi paling mematikan dalam sejarah berasal dari bakteri yang sama yakni Yersinia pestis.

Bakteri ini dibawa dari Mesir melalui Laut Mediterrania. Yersinia pestis tersebut menempel pada tikus hitam yang ada di kapal.

Wabah tersebut pun menyebar dan mematikan Konstantinopel. Penyebaran wabah ini pun hingga ke Eropa, Asia, Afrika Utara, dan Arab.

Diperkirakan bakteri tersebut membuat sekira setengah populasi dunia meninggal. Jumlahnya diperkirakan 30-50 juta jiwa yang meninggal.

“Pada saat itu yang dilakukan hanya menghindari yang sakit.
Besar keyakinan pada waktu itu pandemi berakhir karena orang yang terinfeksi dan masih hidup menghasilkan imunitas,” tutur Thomas Mockaitis, profesor sejarah di DePaul University.

2. Black Death

Black Death
Black Death (wikimedia)

Wabah ini terjadi 800 tahun setelah Plague of Justinian. Di Eropa, tepatnya pada 1347, wabah yang sama pun menyerang.

Lama wabah ini menyerang sekira empat tahun dan menewaskan 200 juta jiwa. Mockaitis menyebutkan belum ada yang mengetahui penyebab berhentinya wabah ini.

Namun pasti ada hubungannya dengan karantina. Pada saat itu, pemerintah kota pelabuhan Ragusa, Italia, melakukan karantina terhadap para pelayar.

Ini dimaksudkan untuk membuktikan bahwa mereka tidak membawa penyakit. Awalnya, para pelayar ditahan di kapal mereka selama 30 hari.

Kondisi tersebut dinamai Hukum Venesia sebagai trentino. Kemudian, masa isolasi bertambah menjadi 40 hari yang dikenal sebagai quarantine.

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
1226 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved