Virus Corona

Koalisi 62 Negara, Termasuk Indonesia Desak Investigasi Covid-19 di China

Australia sekarang telah mengayunkan senjata diplomatiknya di belakang Uni Eropa, yang juga telah mendesak penyelidikan tersebut

istimewa
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) 

Pada Senin (18/5/2020), 496 kasus baru covid-19 kembali diumumkan oleh Pemerintah Indonesia.

Jumlah kumulatif kasus virus Corona di Indonesia pun kini menjadi sebanyak 18.010 kasus.

Dari jumlah itu, 1.191 orang meninggal dunia, dan jumlah pasien sembuh 4.324 orang.

Kasus-kasus ini tersebar di 34 provinsi dan 389 kabupaten/kota di Indonesia.

Hingga kini, ada 45.047 ODP dan 11.422 PDP yang dikonfirmasi oleh pemerintah Indonesia.

Adapun kasus terbanyak masih dicatatkan terjadi di DKI Jakarta, disusul Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah.

Brazil

Jumlah kasus virus Corona di Brazil terus mengalami peningkatan yang signifikan dalam beberapa hari terakhir.

Pada Senin (18/5/2020), ada 13.140 kasus baru yang dikonfirmasi di Brazil sehingga jumlah total kasus virus Corona di negara ini menjadi sebanyak 254.220 kasus.

Jumlah kasus covid-29 di Brazil pun telah melampaui Inggris.

Kini, Brazil menempati peringkat ketiga di dunia untuk jumlah kasus terbanyak virus Corona yang dikonfirmasi.

Kementerian Kesehatan Brazil juga mengumumkan 674 kasus kematian baru pada hari Senin (18/5/2020) sehingga jumlah pasien covid-19 meninggal menjadi sebanyak 16.792.

Atas kondisi ini, Presiden Jair Bolsonaro telah menghadapi kritik terhadap retorika anti-lockdown yang ia suarakan, bahkan ketika jumlah kasus semakin bertambah.

Melansir CNN, 19 Mei 2020, ia telah berulang kali menyebut covid-19 sebagai sebuah "flu kecil" dan mendorong kegiatan bisnis untuk dibuka kembali meskipun banyak gubernur yang ingin mengimplementasikan langkah isolasi sosial dan memperlambat penyebaran.

Baru-baru ini, Bolsonaro juga kembali ditinggalkan oleh Menteri Kesehatannya yang kedua hanya dalam beberapa minggu.

Turki

Turki akan menerapkan jam malam nasional selama 4 hari saat libur Idul Fitri, yaitu antara 23 Mei hingga 26 Mei mendatang sebagai bagian dari langkah pengontrolan pandemi.

Keterangan ini disampaikan oleh Presiden Recep Tayyip Erdogan dalam pidatonya, Senin (18/5/2020).

"Saya harap setelah libur nanti, kita tidak lagi memerlukan pembatasan seperti itu" kata Erdogan sebagaimana dikutip CNN, 18 Maret 2020.

Sebagai bagian dari proses normalisasi, mulai 29 Mei 2020, beberapa masjid harus memenuhi persyaratan yang diberlakukan di dalam negara agar dapat diizinkan mengadakan shalat berjamaah untuk 2 dari 5 shalat harian bagi umat muslim.

Sebelumnya, Turki telah mengizinkan toko, mal, dan penata rambut untuk kembali buka pada minggu lalu.

Pemerintah akan melanjutkan lockdown berdasarkan usia tertentu, yaitu melarang orang yang berusia lebih dari 65 tahun dan di bawah 20 tahun untuk meninggalkan rumahnya.

Kelompok-kelompok usia tersebut akan diizinkan untuk keluar pada hari-hari yang telah ditentukan sebagai sebuah bagian dari proses normalisasi yang baru.

Adapun tahun pendidikan 2019-2020 telah berakhir dan sekolah akan kembali dilanjutkan pada September.

Sementara itu, TK dan playground akan dibuka kembali pada 15 Juni mendatang. Baca juga: Cara Turki Atasi Virus Corona.

Ikuti kami di
Editor: Geafry Necolsen
Sumber: Tribun Kaltim
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved