Virus Corona

IDI Tanggapi Aksi 'Indonesia Terserah', karena Kebijakan Pemerintah

Termasuk kebijakan yang baru yakni memberikan pelonggaran PSBB dan membuka moda transportasi.

Editor: Geafry Necolsen
istimewa
Indonesia Terserah 

IDI Tanggapi Aksi 'Indonesia Terserah', karena Kebijakan Pemerintah

Sebelumnya, Ketua Umum Terpilih Ikatan Dokter Indonesia ( IDI), Mohammad Adib Khumaidi juga sempat buka suara soal aksi 'Indonesia Terserah' yang dilakukan oleh para tenaga medis.

Para tenaga medis menyuarakan apa yang dirasakannya setelah melihat kondisi masyarakat Indonesia yang masih abai terkait penanganan Virus Corona.

Adib Khumaidi menilai apa yang dilakukan oleh masyarakat tidak mencerminkan kepatuhan terhadap aturan yang berlaku dalam Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB).

Termasuk juga tidak mengindahkan imbauan dari pemerintah untuk melakukan physical distancing dan tetap di rumah saja.

 

Ia mengaku sangat prihatin menyaksikan kondisi yang sedang terjadi di tengah pandemi Virus Corona.

Karena di satu sisi, tenaga medis berjuang mempertaruhkan nyawa, tetapi masyarakat justru masih abai.

"Sebuah bentuk keprihatinan kami terhadap proses penanganan covid-19 ini.

Karena kami masih melihat bahwa ada masyarakat yang masih abai terhadap imbauan-imbauan yang sudah dilakukan oleh pemerintah, aturan-aturan yang sudah dilakukan," ujar Adib Khumaidi.

"Dan masih banyak yang belum memahami bahwa esensi daripada imbauan aturan itu salah satunya adalah untuk memutus mata rantai penularan," jelasnya.

Adib Humaidi kemudian menyebut hal itu akan mempunyai risiko besar terhadap masalah kesehatan karena kemungkinan orang yang tertular akan semakin banyak.

Dan yang merasakan beban berat itu tidak lain adalah para tenaga kesehatan.

"Tentunya ini memberikan dampak ke depan yang bukan tidak mungkin beban daripada kesehatan ini akan semakin besar," pungkasnya.

IDI Sebut Aksi 'Indonesia Terserah' Buntut Kebijakan Plin-plan

Sebelumnya, Mohammad Adib Khumaidi menyoroti masyarakat yang masih 'ngeyel' kemudian menyingung kebijakan dari pemerintah.

Dia menilai kondisi tersebut juga tidak terlepas dari buntut kebijakan yang semrawut dan terkesan plin-plan.

Termasuk kebijakan yang baru yakni memberikan pelonggaran PSBB dan membuka moda transportasi.

Alhasil masyarakat bukan malah semakin terikat, melainkan justru sebaliknya diberikan ruang.

"Masih banyaknya masyarakat yang kemudian berkumpul, bergerombol dan juga ditunjang oleh aturan-aturan yang berubah-ubah," ungkapnya.

 Kebijakan Terus Berubah, Pakar Menilai Pemerintahan Jokowi Tidak Konsisten Tangani Virus Corona

 IDI Khawatir Ada Aroma Herd Immunity Dalam New Normal yang Didengungkan Jokowi

 Pakar Universitas Indonesia: Jangan Sampai Pemerintah Siasati Covid-19 dengan Herd Immunity

 Tanpa Vaksin, Herd Immunity Bisa Membuat Jutaan Orang Meninggal

 Mengorbankan Banyak Nyawa, WHO Mengecam Konsep Herd Imunity dalam Menghadapi Corona

Dokter Mohammad Adib Khumaidi, Sp.OT, Sekretaris Jenderal IDI
Dokter Mohammad Adib Khumaidi, Sp.OT, Ketua IDI (istimewa)

Ia mengaku sangat prihatin menyaksikan kondisi yang sedang terjadi di tengah pandemi Virus Corona.

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved