Virus Corona

China Hadapi Serangan Kedua, 11 Juta Warga Wajib Ikuti Swab Test

pantauan di Wuhan, China, terlihat penduduk menerapkan jaga jarak di lokasi pengujian darurat yang didirikan di bawah tenda di tempat parkir, Taman

Editor: Geafry Necolsen
AFP
Para staf di Rumah Sakit Palang Merah Wuhan, China, Sabtu (25/1/2020), menggunakan pelindung khusus, untuk menghindari serangan virus corona yang mematikan.(AFP/HECTOR RETAMAL). 

China Hadapi Serangan Kedua, 11 Juta Warga Wajib Ikuti Swab Test

TRIBUNKALTIM.CO - Sebulan bebas kasus Corona, muncul klaster kasus baru covid-19 di Wuhan, China, kini 11 juta penduduk kembali jalani tes swab.

Kamis 14 Mei 2020, semua penduduk Kota Wuhan, China--pusat pandemi virus Corona ( covid-19 ) akan mengikuti tes covid-19, setelah klaster kasus baru kembali ditemukan.

Dari pantauan di Wuhan, China, terlihat penduduk menerapkan jaga jarak di lokasi pengujian darurat yang didirikan di bawah tenda di tempat parkir, Taman dan perumahan masyarakat di kota berpenduduk 11 juta orang.

Pria itu sudah diuji 10 hari sebelumnya, tetapi mengingat sejarah Wuhan sebagai sumber virus, dia menyambut baik pemeriksaan kembali.

"Jika Anda memiliki kesempatan, apakah tidak akan melakukannya lagi?" tanyanya.

Penularan yang tidak diketahui sebelumnya muncul di Wuhan pada akhir 2019 lalu, dan mendorong pemerintah China untuk memaksakan isolasi di kota itu pada 23 Januari lalu.

Menurut angka pemerintah lebih dari 3.800 orang telah meninggal akibat covid-19 di kota, Wuhan.

Karantina dicabut sepenuhnya pada awal April, dan kehidupan perlahan-lahan kembali normal.

Tapi Wuhan kembali ditemukan kasus baru, ketika beberapa kasus infeksi lokal muncul akhir pekan lalu, setelah lebih dari sebulan tidak ada yang dilaporkan.

Takut menghidupkan kembali mimpi buruk akan virus itu, para pejabat telah menerapkan kebijakan melakukan tes massal.

Pria, wanita, anak dan orang tua diwajibkan menjalani tes Swab.

Kasus dan Klaster Baru covid-19 di Wuhan, Setelah Sebulan 'Bebas Kasus'

China melaporkan terjadi peningkatan jumlah kasus baru konfirmasi positif virus Corona (covid-19) di kota Wuhan, tempat awal mula virus ini muncul pada 2019, sebelum menyebar ke seluruh dunia.

China melaporkan ada lima kasus baru covid-19 pada Senin (11/5/2020), naik dari sehari sebelumnya, Minggu (10/5/2020) hanya satu kasus ditemukan di Wuhan.

Lima kasus baru covid-19 itu adalah tertinggi sejak 11 Maret.

Semua kasus baru ini berada di dalam kompleks perumahan yang sama di kota Wuhan.

Kasus baru di Wuhan tidak disertai gejala-gejala tertentu.

Padahal, pekan lalu, kantor berita Xinhua melaporkan tidak terdapat kasus positif covid-19 di seluruh Provinsi Hubei, termasuk ibu kotanya, Wuhan, selama sejak 3 April lalu.

Otoritas China menjelaskan, lima kasus baru di Wuhan itu, termasuk dari 17 kasus baru covid-19 di seluruh Negeri Tirai Bambu.

Jumlah kasus baru ini menandai peningkatan harian tertinggi sejak April 28 lalu.

Dari kasus baru yang dilaporkan, tujuh kasus impor di Mongolia karena memiliki hubungan dengan wisatawan dari luar negeri.

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved