Virus Corona

China Dianggap Mengahalangi Penelusuran Jejak Virus Corona

China disorot karena dianggap menghalangi upaya dunia menyelidiki asal usul patogen yang menyebabkan penyakit covid-19 itu.

Editor: Geafry Necolsen
AFP
GEJALA TERINFEKSI CORONA - Orang-orang mengenakan pakaian pelindung tiba di Stasiun Kereta Api Hankou di Wuhan, untuk naik salah satu kereta api pertama yang meninggalkan kota di provinsi Hubei tengah Cina awal 8 April 2020. Pihak berwenang China mencabut larangan lebih dari dua bulan pada perjalanan keluar dari kota di mana pandemi global pertama kali muncul. 

Pakar Biologi Ugkap Jejak Awal Virus Corona di Wuhan, Bantah Klaim China dan WHO

TRIBUNKALTIM.CO - Berikut ini temuan baru Pakar biologi, terbongkar jejak awal Virus Corona di Wuhan, sekaligus bantah klaim China dan WHO.

Awal mula munculnya Virus Corona di Wuhan hingga kini masih simpang siur.

Klaim WHO dan China menyatakan Virus Corona berawal dari hewan, kelelawar yang kemudian menginfeksi manusia.

 

Namun belakangan, klaim China dan WHO itu mulai terbantahkan dengan penelitian ilmiah.

Penelitian yang disebut dilakukan pakar biologi itu memperlihatkan bahwa Virus Corona bukan berasal dari hewan di Pasar Wuhan.

Malahan penelitian dari Pakar Biologi itu meyakini covid-19 sudah dibawa oleh orang yang terinfeksi dan kemudian bepergian ke Pasar hewan liar di Wuhan.

Studi itu juga memaparkan "keterkejutan" mereka ketika mengetahui, Virus Corona itu sudah "pra-adaptasi untuk menjangkiti manusia".

Temuan itu begitu kontras dengan kerabat coronavirus lain yang bereplikasi secara luar biasa dan kemudian menjangkiti Bumi dalam wabah sebelumnya.

Laporan itu muncul setelah China disorot karena dianggap menghalangi upaya dunia menyelidiki asal usul patogen yang menyebabkan penyakit covid-19 itu.

Kabar ini bisa menyulut lagi sorotan sejumlah negara, bahwa Pemerintah Xi Jinping berusaha menutupinya sejak wabah itu terdeteksi di Wuhan.

Laporan itu dibuat oleh Alina Chan, pakar biologi molekular dan Shing Zhan, pakar biologi evolusi, dengan abstraknya dilihat di situs biorxiv.

Dalam penelitian itu, dijabarkan bahwa data genetik yang telah dipublikasikan tidak menjelaskan transmisi antar-spesies di Pasar hewan liar itu.

Para ilmuwan yang terlibat bersikeras, segala rute penularan zoonotic (dari binatang ke manusia), seperti misalnya dari kelelawar, harus diselidiki.

"Kemungkinan adanya pateogen yang direkayasa secara non-genetika, dapat beradaptasi dengan manusia saat dipelajari di laboratorium, harus dipertimbangkan," ulas dokumen itu.

Dilansir Daily Mail Minggu (17/5/2020), Chan, Zhan, bersama kolega mereka, peneliti Broad Institute Ben Deverman, melakukan komparasi.

Mereka memeriksa sampel SARS-CoV-2, nama resmi Virus Corona, dengan data yang diambil saat wabah Sindrom Pernapasan Akut Parah (SARS), 2002-2004.

Pada pandemi SARS, Virus Corona yang menghantam manusia berasal dari kelelawar, dan menular melalui hewan perantara musang yang dimakan.

Mereka mengaku terkejut ketika menelitinya.

Sebab, Virus Corona begitu stabil dari pada disebut beradaptasi secara cepat di manusia.

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
1216 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved