Virus Corona

Sempat Bebas Covid-19, Virus Corona Muncul Kembali di China

Wilayah yang dianggap sebagai kasus pertama covid-19 di dunia ini, kembali digegerkan dengan kasus Virus Corona.

Editor: Geafry Necolsen
AFP
Pemandangan jalanan yang kosong di Wuhan Provinsi Hubei, China beberapa waktu lalu saat lockdown masih berjalan. 

Sempat Bebas Covid-19, Virus Corona Muncul Kembali di China

TRIBUNKALTIM.CO - Kasus Virus Corona atau covid-19 kembali muncul di Wuhan padahal China sudah lockdown ketat, apa sebabnya?

Setelah menerapkan lockdown ketat hingga sempat catatkan nol kasus covid-19, kabar buruk kembali menghampiri Wuhan.

Wilayah yang dianggap sebagai kasus pertama covid-19 di dunia ini, kembali digegerkan dengan kasus Virus Corona.

VIRUS CORONA CHINA - Pasien dengan gejala ringan virus corona covid-19 beraktivitas saat menjalani perawatan di sebuah pusat pameran yang diubah menjadi rumah sakit darurat di Wuhan, Hubei, China (17/2/2020). Data hingga Rabu (19/2/2020) ini, korban meninggal akibat virus corona di China sudah mencapai 2.000 orang setelah dilaporkan 132 kasus kematian baru.
VIRUS CORONA CHINA - Pasien dengan gejala ringan virus corona covid-19 beraktivitas saat menjalani perawatan di sebuah pusat pameran yang diubah menjadi rumah sakit darurat di Wuhan, Hubei, China (17/2/2020). Data hingga Rabu (19/2/2020) ini, korban meninggal akibat virus corona di China sudah mencapai 2.000 orang setelah dilaporkan 132 kasus kematian baru. (istimewa)

Komisi Kesehatan Nasional juga melaporkan kenaikan double digit di seluruh dunia dalam 10 hari, dengan 14 kasus yang telah terkonfirmasi.

Dalam keterangan komisi kesehatan nasional, dua dari 14 kasus yang terkonfirmasi merupakan kasus impor, dan berasal dari luar negeri.

Virus corona itu pertama kali merebak di Wuhan, kota yang menjadi salah satu jantung industri dan transpotasi di kawasan pusat China, pada Desember 2019.

Sejak saat itu, Virus Corona tersebut menjangkiti negara lain, di mana saat ini sudah ada empat juta orang yang terinfeksi di seluruh dunia.

Kemudian dilansir AFP, virus dengan nama resmi SARS-Cov-2 itu sudah membunuh sekitar 270.000 orang, dan menghantam ekonomi global.

Adapun di China, patogen yang mengakibatkan penyakit Covid-19 tersebut menginfeksi 82.901, dengan korban meninggal terkonfirmasi 4.633.

Pemerintah China langsung menerapkan aturan tegas, yakni memberlakukan lockdown yang dimulai dari Wuhan, kemudian menjalar ke seluruh Provinsi Hubei, pada 23 Januari.

Kemudian karena kasus penularan dan korban meninggal terus menurun, otoritas pusat memutuskan mencabut karantina wilayah pada akhir Maret.

Namun setelah satu bulan pasca-pencabutan lockdown, yang ditandai dengan pertunjukan lampu, ibu kota Provinsi Hubei itu kembali melaporkan adanya infeksi.

Pemerintah China mendapat kritikan baik dari dalam maupun luar negeri, dikarenakan mereka dianggap meremehkan berbahayanya virus tersebut.

Selain itu, pemerintahan Presiden Xi Jinping juga dituding menyembunyikan berbagai informasi wabah ketika pertama kali muncul.

Seorang pejabat kesehatan terkemuka setempat pada Sabtu (9/5/2020) mengatakan, pandemi itu menyingkap "kekurangan" pada sistem kesehatan China.

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved