Virus Corona

Habiskan Dana 7,4 Miliar Euro, WHO Rilis 8 Calon Vaksin Unggulan Virus Corona

Tedros mengungkapkan bahwa saat ini WHO tengah fokus pada pengembangan sejumlah kecil kandidat vaksin ini dengan pertimbangan

Editor: Geafry Necolsen
istimewa
Ilustrasi Virus Corona ditemukan dalam cairan sperma 

Habiskan Dana 7,4 Miliar Euro, WHO Rilis 8 Calon Vaksin Unggulan Virus Corona

Kehadiran vaksin merupakan hal yang paling dinanti di tengah pandemi Virus Corona atau covid-19.

Adanya vaksin, bakal membuat kehidupan yang sempat berubah akibat covid-19, akan kembali normal.

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO pun terus mensuport berbagai lembaga di dunia untuk mengembangkan vaksin Virus Corona.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut bahwa ada sekitar 7 atau 8 kandidat "top" atau teratas vaksin untuk melawan Virus Corona.

Menurut WHO, upaya pengembangan terhadap vaksin-vaksin ini tengah dipercepat.

Dalam sebuah video briefing kepada UN Economic and Social Council, Direktur Jenderal WHO Tedros Ghebreyesus mengatakan bahwa upaya penemuan vaksin ini telah dibantu dengan dana sebesar 7,4 miliar euro atau sekitar 8 miliar dollar AS.

Sekretaris Jenderal Badan Kesehatan Dunia (WHO) Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam konferensi pers di Jenewa pada 30 Januari 2020. Tedros mengumumkan status darurat dunia atas virus corona yang hingga saat ini, sudah membunuh 212 orang di China.(AFP/FABRICE COFFRINI)
Sekretaris Jenderal Badan Kesehatan Dunia (WHO) Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam konferensi pers di Jenewa pada 30 Januari 2020. Tedros mengumumkan status darurat dunia atas virus corona yang hingga saat ini, sudah membunuh 212 orang di China.(AFP/FABRICE COFFRINI) (AFP)

Dana ini dijanjikan seminggu yang lalu oleh para pemimpin dari 40 negara, organisasi dan bank penelitian, perawatan dan pengujian.

Namun, ia menambahkan bahwa ada lebih bayak dana yang akan dibutuhkan dalam pengembangan ini.

"Kami memiliki kandidat (vaksin) yang bagus sekarang. Yang teratas sekitar 7,8.

Namun, kami memiliki total lebih dari 100 kandidat," kata Tedros sebagaimana dikutip Al Jazeera, Selasa (12/5/2020).

Tedros mengungkapkan bahwa saat ini WHO tengah fokus pada pengembangan sejumlah kecil kandidat vaksin ini dengan pertimbangan kemungkinan hasil yang lebih baik.

Dan mempercepat kandidat-kandidat yang memiliki potensi yang lebih baik.

Akan tetapi, ia tidak merinci vaksin-vaksin apa saja yang disebut sebagai 7 atau 8 vaksin teratas yang akan dipercepat pengembangannya.

Kandidat vaksin

Menurut data pada draft lanskap kandidat vaksin covid-19 hingga 20 April 2020, ada sejumlah vaksin yang diketahui berada dalam tahapan pengembangan.

Berdasarkan data tersebut, ada 5 kandidat vaksin yang berada pada tahap evaluasi klinis.

Adapun vaksin-vaksin tersebut adalah vaksin-vaksin yang dkembangkan oleh pihak-pihak berikut ini:

  • CanSino Biological Inc./Beijing Institute of Biotechnology
  • Inovio Pharmaceuticals
  • Beijing Institute of Biological Products/Wuhan Institute of Biological Products
  • Sinovac
  • Moderna/NIAID

Selain kelima vaksin tersebut, ada 71 kandidat vaksin yang dilaporkan tengah menjalan evalusi preklinis.

Kriteria prioritas vaksin

WHO sendiri melalui lamannya telah menyampaikan sejumlah kriteria yang dapat dijadikan landasan pemrioritasan atau lolosnya vaksin, di antaranya adalah sebagai berikut:

Data preklinis Data dari model hewan kecil atau besar yang sesuai, menunjukkan tingkat perlindungan yang signifikan dari penyakit atau infeksi terhadap SARS-CoV-2.

Selain itu, tidak adanya risiko yang terlihat akan adanya penyakit dari seluruh data preklinis tersebut.

Profil keamanan

Setidaknya, untuk dapat diterima dan menjadi prioritas, profil keamanan setidaknya harus ringan dan memperhatikan efek samping sementara terkait vaksinasi.

Data imunogenisitas

Terkait data imunogenisitas, kandidat vaksin harus memiliki bukti bahwa dosis yang dipilih menginduksi respons imun yang cukup untuk dapat memberikan perlindungan.

Stabilitas vaksin

Usia simpan minimal 12 bulan hingga suhu -60-70 derajat celsius dengan demonstrasi minimal 2 minggu stabilitas pada suhu 2-8 derajat celsius.

Implementasi vaksin Volumen dosis parenteral maksimum adalah sebesar 1 ml.

Ketersediaan vaksin

Kemampuan untuk meningkatkan produksi dengan cepat dan memungkinkan dilakukannya uji coba dan penggunaan lebih luas.

 

Sumber: Tribun Kaltim

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved