Virus Corona

Dituduh Curi Data Vaksin Corona, China Ungkap Amerika Pernah Terlibat Pencurian Besar

China langsung merespons dengan menyebut Amerika Serikat melakukan penodaan setelah mencuri data mengenai vaksin Virus Corona.

Editor: Geafry Necolsen
Shutterstock
Ilustrasi: Paket dari China 

Di tempat terpisah, ketika ditanya tentang laporan itu, Presiden Donald Trump tidak mengkonfirmasi.

Tetapi Donald Trump berkata, "apa lagi yang baru dengan China?
Apa lagi yang baru?

Beritahu saya. Saya tidak senang dengan China," ujar Trump. "Kami terus mengawasinya sangat dekat, " tambah Donald Trump.

Soal peringatan yang akan dirilis AS, New York Times mengatakan itu bisa menjadi awal dari serangan balik yang akan diikuti sanksi resmi oleh lembaga AS yang terlibat dalam serangan siber, termasuk Komando Siber di Pentagon dan Badan Keamanan Nasional (NSA).

Minggu lalu dalam laporan bersama, Inggris dan Amerika Serikat memperingatkan meningkatnya serangan siber terhadap profesional tenaga kesehatan yang terlibat dalam peperangan terhadap Virus Corona oleh kelompok penjahat terorganisir, "yang sering dikaitkan dengan aktor negara lain."

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved