Virus Corona

Dituduh Curi Data Vaksin Corona, China Ungkap Amerika Pernah Terlibat Pencurian Besar

China langsung merespons dengan menyebut Amerika Serikat melakukan penodaan setelah mencuri data mengenai vaksin Virus Corona.

Editor: Geafry Necolsen
Shutterstock
Ilustrasi: Paket dari China 

Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (AS) atau FBI dan ahli keamanan siber yakin para hacker (peretas) China mencoba mencuri penelitian tentang pengembangan vaksin terhadap Virus Corona ( covid-19).

FBI dan Departemen Keamanan Dalam Negeri berencana untuk menyampaikan peringatan kepada para peretas China, saat pemerintah dan perusahaan swasta sedang mengembangkan vaksin covid-19.

Demikian dilansir AFP dan Channel News Asia, Selasa (12/5/2020), dari laporkan Wall Street Journal dan New York Times.

Para peretas juga menargetkan informasi dan kekayaan intelektual terkait pengobatan dan pengujian vaksin covid-19.

Pejabat AS menuduh, para peretas itu memiliki hubungan atau kaitan langsung dengan pemerintah China, demikian dilaporan Wall Street Journal dan New York Times.

Peringatan resmi AS akan dirilis beberapa hari kedepan.

Di Beijing, juru bicara Kementerian Luar Negeri Zhao Lijian menolak tuduhan itu.

Ia mengatakan China secara tegas menentang semua serangan siber.

"Kami memimpin dunia dalam pengobatan dan uji coba vaksin covid-19.

Tidak bermoral menargetkan China dengan rumor dan fitnah tanpa bukti, " tegas Zhao.

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved