Virus Corona

Dituduh Curi Data Vaksin Corona, China Ungkap Amerika Pernah Terlibat Pencurian Besar

China langsung merespons dengan menyebut Amerika Serikat melakukan penodaan setelah mencuri data mengenai vaksin Virus Corona.

Editor: Geafry Necolsen
Shutterstock
Ilustrasi: Paket dari China 

Dituduh Curi Data Vaksin Corona, China Ungkap Amerika Pernah Terlibat Pencurian Besar

TRIBUNKALTIM.CO - China beber Amerika Serikat pernah terlibat pencurian besar, tak terima dituduh Intelejen Donald Trump curi dokumen vaksin covid-19.

China tak tinggal diam menerima berbagai tuduhan yang dialamatkan Amerika Serikat padanya.

Termasuk soal tuduhan FBI soal pencurian dokumen vaksin Virus Corona atau covid-19 oleh hacker China.

China langsung merespons dengan menyebut Amerika Serikat melakukan penodaan setelah mencuri data mengenai vaksin Virus Corona.

Tudingan itu menjadi babak baru dalam ketegangan dua negara adidaya, yang dalam sebulan terakhir perang komentar mengenai asal usul virus itu.

 

Pada Rabu (13/5/2020), otoritas AS menuduh ada hacker dari dari China yang hendak mencuri data pengembangan mengenai vaksin Virus Corona.

Otoritas Negeri "Uncle Sam" kemudian melontarkan peringatan bahwa upaya itu dilakukan oleh kelompok yang berafiliasi dengan Beijing.

Badan Penyelidik Federal ( FBI) dan Badan Keamanan Infrastruktur menyatakan, Beijing memperlihatkan "ancaman signifikan" dalam upaya mereka memerangi covid-19.

Dalam konferesi pers seperti diwartakan AFP Kamis (14/5/2020), juru bicara kementerian luar negeriZhao Lijian langsung membantahnya.

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved