BPJS

Iuran BPJS Dinaikan, Pindah Kelas BPJS Kesehatan Harus Menunggu Satu Tahun

untuk perubahan kelas, regulasinya masih sama, yaitu satu tahun di kelas sebelumnya

Editor: Geafry Necolsen
istimewa
Presiden Jokowi menaikan iuran BPJS dengan menerbitkan Perpres Nomor 64 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua Atas Perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan. 

Iuran BPJS Dinaikan, Pindah Kelas BPJS KesehatanHarus Menunggu Satu Tahun

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Iuran program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat atau JKN-KIS kembali normal per 1 Mei lalu.

Kebijakan ini hanya berlaku untuk peserta mandiri atau pekerja bukan penerima upah ( PBPU ) serta bukan pekerja ( BP ).

Hal itu sesuai keputusan Mahkamah Agung pada Februari lalu yang membatalkan kenaikan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Iuran peserta mandiri kembali sesuai Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018.

Diketahui, iuran untuk kelas I sebesar Rp 80.000, kelas II Rp 51.000, dan kelas III Rp 25.500 kembali normal usai dinaikkan, awal tahun 2020 lalu.

Kelebihan iuran peserta JKN-KIS yang telah dibayarkan akan dikompensasikan ke iuran pada bulan berikutnya.

"Bagi peserta yang ingin kembali ke kelas semula sebelum kenaikan iuran, sesuai aturan yang ada, peserta harus menunggu satu tahun agar dapat mengubah kelas layanan BPJS Kesehatan," ungkap Sugiyanto, Jumat (8/5/2020).

 

Ia menyebut untuk perubahan kelas, regulasinya masih sama, yaitu satu tahun di kelas sebelumnya. Kecuali nanti ada regulasi susulan untuk dispensasi perpindahan kelas.

Peserta memang tidak serta merta dapat kembali ke kelas layanan sebelum kenaikan iuran.

Peserta yang melakukan perubahan kelas perawatan pada bulan berjalan, maka kelas perawatan barunya berlaku pada bulan selanjutnya.

Sumber: Tribun Kaltim

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved