Virus Corona

Pemerintah Turki Resmi Umumkan Lockdown Mulai 17 April 2020

Erdogan memperingatkan bahwa langkah semacam ini bisa diperpanjang jika diperlukan demi menghentikan penyebaran virus Corona (COVID-19).

BBC World
Presiden Turki - Recep Tayyip Erdogan 

Pemerintah Turki Resmi Umumkan Lockdown Mulai 17 April 2020

TRIBUNKALTIM.CO, WIKI - Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, memerintahkan penerapan lockdown selama dua hari pada akhir pekan mendatang.

Erdogan memperingatkan bahwa langkah semacam ini bisa diperpanjang jika diperlukan demi menghentikan penyebaran virus Corona (COVID-19).

Akhir pekan lalu, pemerintah Turki mengumumkan lockdown selama dua hari di sedikitnya 31 kota.

Namun pengumuman disampaikan hanya dua jam sebelum pemberlakuan, sehingga ratusan ribu warga Turki bergegas keluar rumah untuk membeli kebutuhan pokok pada menit-menit akhir.

Seperti dilansir AFP, Selasa (14/4/2020), Erdogan telah meminta warga Turki untuk tetap di rumah dan melakukan isolasi sosial.

Pakar Ungkap Korban Virus Corona Indonesia Bisa Capai Jutaan, Melebihi Amerika dan Italia

Italia Mirip Medan Perang, Truk Militer Angkut Mayat Korban Tewas Akibat Covid 19

Di Italia, Sehari 800 Kematian karena Corna, Jangan Terulang di Indonesia!

Lockdown akhir pekan menjadi langkah lebih ketat, yang melibatkan kepolisian dan bertepatan dengan membaiknya cuaca yang memicu kekhawatiran bahwa warga akan mengabaikan imbauan tetap di rumah. 

"Sebagai bagian dari perang melawan pandemi, kita telah memutuskan bahwa kita akan melanjutkan lockdown akhir pekan selama mungkin yang diperlukan pada periode mendatang," ucap Erdogan dalam pernyataan yang disiarkan televisi setempat dari Istanbul.

"Saya mengumumkan kepada seluruh warga bahwa akan ada lockdown mulai Jumat, 17 April, pukul 24.00 hingga Minggu, 19 April, pukul 24.00," tegasnya.

"Kita akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menghindari gangguan yang tidak diperlukan, yang terjadi sebelumnya," ujar Erdogan.

Santai Hadapi Corona, 4.800 Warga Italia Meninggal, Wajah Kota Berubah Drastis

Kamar Mayat di New York Amerika Serikat Penuh, Peti Mati Ditempatkan di Parit

Kewalahan Urus Jenazah Korban Covid-19, Negara Ini Bagikan Kardus Pengganti Peti Mati

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Geafry Necolsen
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved