Virus Corona

Tanda Kamu Perlu Rapid Test Virus Corona, Gejala Umum hingga Masuk Golongan Prioritas

Pasien positif virus Corona di Indonesia sudah tembus di angka 1000 lebih, kematian di angka 100 lebih dan masih terus bertambah.

Editor: Geafry Necolsen
AFP
Para staf di Rumah Sakit Palang Merah Wuhan, China, Sabtu (25/1/2020), menggunakan pelindung khusus, untuk menghindari serangan virus corona yang mematikan.(AFP/HECTOR RETAMAL). 

Tanda Kamu Perlu Rapid Test Virus Corona, Gejala Umum hingga Masuk Golongan Prioritas

TRIBUNKALTIM.CO - Ketahui tanda-tanda kamu perlu lakukan rapid test, punya gejala umum hingga masuk golongan prioritas.

Wabah virus Corona belum usai, physical distancing masih dilakukan termasuk di Indonesia.

Pasien positif virus Corona di Indonesia sudah tembus di angka 1000 lebih, kematian di angka 100 lebih dan masih terus bertambah.

 

Kondisi ini tentu membuat masyarakat khawatir akan tertular virus Corona.

Sehingga peran pemerintah pun sangat dibutuhkan rakyatnya untuk memutuskan suatu kebijakan.

Pemerintah sendiri telah melakukan berbagai upaya pencegahan agar penyebaran covid-19 tak semakin meluas.

Namun, aturan akan menjadi sia-sia apabila tak ada sinergi dari masyarakat sendiri.

Pasalnya kesadaran dari masyarakat sendiri sangat perlu dalam membantu meredam wabah virus ini.

Imbauan yang telah diberikan oleh pemerintah yakni bisa saling menjaga jarak supaya tak terinfeksi covid-19.

Selain itu, menghabiskan aktivitas di rumah menjadi pilihan yang tepat jika dirasa tak terlalu penting untuk ke luar rumah.

Tak kalah penting juga, apabila kita mengetahui gejala seputar infeksi virus Corona.

Namun, terkadang pemahaman mengenai gejala seputar Coronavirus menjadikan orang waspada dan sebisa mungkin memeriksakan dirinya ke rumah sakit terlebih dulu.

Perlu diketahui berikut tanda - tanda utama terinfeksi virus Corona yang menjadi peringatan bagi masyarakat dan harus segera melakukan pemeriksaan ke rumah sakit untuk jalani rapid test covid-19.

1. Mengalami gejala umum

Dilansir dari situs medicaldaily.com yang menyatakan bahwa demam, batuk kering, dan napas pendek, merupakan gejala utama terpapar virus Corona.

Awalnya, arahan untuk melakukan perawatan hanya bagi mereka yang terkena langsung dari orang positif terinfeksi.

Namun Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat telah mengizinkan siapa saja boleh diuji, dengan catatan memang mengalami gejala yang telah disebutkan.

Menurut Maureen Ferran, seorang profesor biologi di Rochester Institute of Technology, mencatat dalam sebuah artikel yang diterbitkan The Conversation bahwa tidak layak untuk menguji semua orang yang sakit di Amerika Serikat.

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved