Otomotif

Tips Aman Berkendara Motor di Tengah Wabah Virus Corona

n virus Corona juga bisa menyebar ketika seseorang menyentuh permukaan benda yang terpapar kemudian ia memegang mata, hidung, mulut atau bagian tubuh

Editor: Geafry Necolsen
istimewa
Mengendarai sepeda motor 

Tips Aman Berkendara Motor di Tengah Wabah Virus Corona 

TRIBUNKALTIM.CO, WIKI - Bagi yang hobi touring atau menjalankan aktivitas dengan sepeda motor ada tips-tips bagi bikers agar terhindar dari virus Corona.

Hal ini dibagikan oleh dr. Wibisono, salah satu anggota MedDocs & Friends Indonesia. Ini merupakan komunitas moge yang anggotanya berprofesi sebagai dokter.

Ia menjelaskan virus Corona juga bisa menyebar ketika seseorang menyentuh permukaan benda yang terpapar kemudian ia memegang mata, hidung, mulut atau bagian tubuh lainnya yang memiliki selaput lendir.

Hal pertama yang menjadi perhatian bagi para bikers adalah menjaga kekebalan tubuh.

Ilustrasi: Mudik lebaran menggunakan sepeda motor
Ilustrasi: Mudik lebaran menggunakan sepeda motor (Naikmotor)

Wibisono menyatakan memang hingga saat ini belum ada obat atau vaksin penangkal virus Corona jenis baru novel coronavirus 2019 (2019-nCoV), namun bila tubuh sehat, virus tidak akan bisa menyerang.

"Untuk trik khusus yang pertama menjaga stamina, atau kekebalan tubuh, karena Corona itu virus bukan bakteri. Virus itu menyerang pada saat kekebalan tubuh kita itu rendah.

Kalau kekebalan tubuh kita kuat, meskipun kita terpapar oleh virus, tubuh kita membuat antibodi, kita tidak tertular," ujar Wibisono.

Lebih lanjut ia menjelaskan menjaga daya tahan tubuh bisa dengan berbagai cara. Mulai dari mengonsumsi banyak sayur dan buah, konsumsi vitamin C hingga minum racikan jamu tradisional.

Liburan low-budget
Naik motor

"Sebisa mungkin jamu yang original, seperti temulawak, kunyit, jahe, yang benar-benar tidak ada kandungan kimiawinya," kata pria yang menjadi Ketua Meddocs Solo Raya ini.

Selain menjaga tubuh dengan asupan dari dalam. Wibisono menambahkan jangan khawatir berlebihan terhadap virus corona, kata dia, yang terpenting selalu menjaga kesehatan serta kebersihan diri.

"Dengan adanya virus corona ini kita harus lebih waspada saja, tidak perlu panik, tidak perlu takut untuk mengendarai motor, karena pada prinsipnya selama ketahanan tubuh kita baik, kita dalam kondisi yang sehat, insyaAllah kita tidak akan terpapar virus Corona," himbau Wibisono.

Misalnya karena khawatir tertular corona, para bikers mengantisipasi menggunakan double masker. Ia tidak menyarankan hal ini.

Ilustrasi: kehujanan saat naik motor, turunkan kecepatan.
Ilustrasi: kehujanan saat naik motor, turunkan kecepatan. (Kompas)

"Karena kalau kita pakai masker terlalu ketat membuat oksigen kita ke otak nggak lancar, konsentrasi terganggu, mudah mengantuk, mudah lelah. Jadi cukup pakai helm fullface, balacava itu sudah cukup nggak perlu didouble segala macam," ujar dia.

"Sebenarnya masker itu nggak diperlukan, disarankan WHO, Kemenkes tidak diperlukan untuk orang yang sehat. Disarankan untuk orang yang sakit agar tidak menyebarkan virus," jelas dia.

Ia mengatakan para pemotor cukup dengan menggunakan peralatan yang safety riding.

"Sebisa mungkin kita menggunakan helm yang full face, sarung tangan yang full finger sampai ujung jari itu, kemudian pakai sepatu, celana panjang. Hal ini tidak hanya berhubungan dengan penyakit tetapi berkaitan dengan safety riding," urai Wibisono.

Terakhir ia menyampaikan, agar tidak memaksakan diri berkendara ketika tubuh merasa lelah.

"Jangan dipaksakan pada saat kita terlalu capek, terlalu lelah, karena sistem imunitas kita itu pasti rendah," ujar Wibisono.

sumber: detikoto

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved