Virus Corona

Bagaimana Virus Menginfeksi dan Membunuh Manusia?

Data menunjukkan bahwa lebih dari 80 persen pasien Covid-19 hanya mengalami gejala ringan, seperti demam dan batuk.

net
Jusuf Kalla dan Menteri Keuangan Sri Mulyani mempraktikkan “salam corona” 

Kalau pun mereka berhasil pulih kembali dari fase ini, infeksi SARS-CoV-2, seperti infeksi SARS, meninggalkan kerusakan permanen berupa lubang-lubang pada paru-paru.

Lubang-lubang ini, menurut Matthew B Frieman dari University of Maryland School of Medicine, terbentuk akibat respons hiperaktif dari sistem imunitas yang menyebabkan luka-luka untuk melindungi dan memperkeras paru-paru.

Namun, lubang-lubang ini membuat pasien tidak bsia bernapas sendiri dan harus menggunakan ventilator.

Di saat yang sama, pembengkakan akibat sistem imunitas yang berlebihan membuat membran yang berada di atas kantung udara dan pembuluh darah menjadi lebih mudah ditembus.

Ini membuat paru-paru terisi cairan dan memperberat kinerja paru untuk mengoksigenasi darah. "Pada kasus-kasus terparah, paru-paru Anda kebanjiran dan Anda tidak bisa bernapas. Inilah yang membuat orang-orang meninggal (akibat Covid-19)," ujar Frieman.

Ikuti kami di
Editor: Geafry Necolsen
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved