Virus Corona

Bagaimana Virus Menginfeksi dan Membunuh Manusia?

Data menunjukkan bahwa lebih dari 80 persen pasien Covid-19 hanya mengalami gejala ringan, seperti demam dan batuk.

net
Jusuf Kalla dan Menteri Keuangan Sri Mulyani mempraktikkan “salam corona” 

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebut fase pertama ini sebagai fase replikasi virus yang berlangsung sekitar seminggu.

Setelah fase replikasi virus, dimulailah fase hiperreaktivitas kekebalan tubuh. Pada fase ini, sistem imunitas atau kekebalan tubuh akan mencoba untuk melawan virus.

Caranya dengan membanjiri paru-paru menggunakan sel-sel imunitas. Akibatnya, pasien Covid-19 mengalami demam karena suhu tubuh yang tinggi tidak ramah bagi virus.

Pada fase kedua ini, pasien juga akan mencoba untuk menghilangkan lendir yang menumpuk di paru-paru dengan batuk-batuk dan hidung meler.

Mayoritas pasien hanya mengalami gejala hingga titik ini.

Namun, pada orang-orang yang berusia lanjut atau memiliki penyakit penyerta, sistem kekebalan tubuh bisa menjadi tidak terkontrol dan membunuh sel-sel yang sehat.

Respons imunitas yang berlebihan ini kemudian bisa memicu "badai sitokin" atau kondisi di mana sel darah putih mengaktifkan berbagai zat kimia yang bisa masuk ke paru-paru, di samping kerusakan sel yang disebabkan oleh sel-sel kekebalan tubuh sendiri.

Ini membuat paru-paru semakin penuh dengan lendir dan pasien Covid-19 jadi semakin sulit untuk bernapas.

Lantas, fase ketiga yang disebut kerusakan paru-paru dimulai.

Dilansir dari National Geographic, 18 Februari 2020; kerusakan pada paru-paru terus terjadi pada fase ini dan menyebabkan kegagalan pernapasan yang bisa berakibat fatal bagi pasien.

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Geafry Necolsen
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved