Virus Corona

Pemerintah Revisi Hari Libur, Gara-gara Korona?

Pemerintah merevisi menambah hari libur dan cuti bersama dari 20 hari menjadi 24 hari. China juga sempat memperpanjang hari libur Imlek karena wabah

Tribunnews.com
CUTI BERSAMA 2020 - Menko PMK Muhadjir Effendy saat menggelar Rapat Tingkat Menteri (RTM) membahas soal revisi Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama tahun 2020 di Kemenko PMK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (9/3/2020). Hadir dalam rapat tersebut Menteri Pariwisata Wishnutama, Menteri Agama Fachrul Razi, MenPAN-RB Tjahjo Kumolo dan Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah. 

Pemerintah Revisi Hari Libur, Gara-gara Korona?

TRIBUNKALTIM.CO, WIKI - Benarkah ada virus Corona di balik perubahan hari libur dan Cuti Bersama 2020? Begini Kata Muhadjir Effendy.

Pemerintah merevisi menambah hari libur dan cuti bersama dari 20 hari menjadi 24 hari. Sebelumnya China juga sempat memperpanjang hari libur Imlek karena wabah virus corona.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy mengungkapkan alasan pemerintah menambah hari libur dan cuti bersama pada tahun 2020.

Pasien virus corona yang baru sembuh
Pasien virus corona yang baru sembuh (net)

"Pertimbangan adalah bahwa penetapan hari libur dan cuti yang tepat akan memberikan dampak yang positif terhadap peningkatan perekonomian nasional," ucap Muhadjir di Kantor Kemenko PMK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (9/3/2020).

Senada dengan Muhadjir, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Ida Fauziyah mengatakan keputusan ini diambil setelah berkaca pada libur nasional tahun 2018 yang juga berjumlah 24 hari.

Thermo scanner digunakan untuk menedeteksi kemungkinan penumpang pesawat yang terjangkit virus corona.
Thermo scanner digunakan untuk menedeteksi kemungkinan penumpang pesawat yang terjangkit virus corona. (net)

Ida mengatakan saat itu pertumbuhan ekonomi lebih baik dibanding 2019 karena hari libur nasional lebih lama.

"Ternyata pertumbuhan ekonomi tahun 2018 itu lebih baik karena ternyata kalau dilihat liburnya lebih lama satu hari," jelas Ida.

Seperti diketahui, pemerintah memutuskan untuk menambah hari libur pada tahun 2020 menjadi 24 hari yang sebelumnya sebanyak 20 hari.

Keputusan tersebut diambil setelah rapat tingkat menteri (RTM) yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy.

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Geafry Necolsen
Sumber: Tribun Kaltim
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved