Caranya

Cuaca Ekstrem, Berikut 7 Tips Aman Menghindari Petir

Turunnya hujan ini juga disertai dengan gejala alam lainnya, yakni angin kencang dan petir. Dua hal ini dapat mengganggu aktivitas, bahkan membahayaka

Editor: Geafry Necolsen
net
Ilustrasi petir 

Cuaca Ekstrem, Berikut 7 Tips Aman Menghindari Petir

TRIBUNKALTIM.CO, WIKI - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim hujan akan terjadi pada bulan Januari-Februari 2020 mendatang.

Hal ini disampaikan oleh Miming Saepudin yang merupakan Kepala Bidang Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca saat melakukan konferensi pers di Gedung Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

"Musim hujan 2020 belangsung normal sesuai klimatoligisnya," jelas Miming Saepudin.

Miming menyebutkan ada cuaca ekstrem yakni dua bulan selama puncak musim hujan.

Ilustrasi Petir
Ilustrasi Petir (Science Daily)

Beberapa hal yang perlu diwaspadai antara lain turunnya hujan lebat yang disertai petir, angin puting beliung, angin kencang, hingga hujan es.

"Perlu diwaspadai potensi cuaca ekstream mulai dari puting beliung, hujan es, hujan lebat disertai petir dan angin kencang pada periode transisi musim," ujar Miming.

Turunnya hujan ini juga disertai dengan gejala alam lainnya, yakni angin kencang dan petir. Dua hal ini dapat mengganggu aktivitas, bahkan membahayakan manusia.

Terakhir sejumlah warga meninggal akibat tersambar petir di sejumlah daerah.

Kepala Bidang Analisis Variabilitas Iklim Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG) Indra Gustari menyampaikan sejumlah tips aman untuk menghindari petir.

Berikut rinciannya:

1. Segeralah masuk ke dalam ruangan atau mobil jika Anda sedang berada di luar ruangan dan mendengar guntur.

2. Jika Anda berada di kolam renang, segeralah naik dan menjauh, karena petir dapat menghantarkan energi ke air.

3. Jangan berlindung di bawah pohon, karena pohon yang tersambar petir energinya dapat merambat ke tubuh.

4. Jauhi tiang listrik, menara, atau sesuatu yang tinggi yang mudah tersambar petir.

5. Jangan berada di sawah, lapangan, atau taman.

6. Jika Anda sedang mengendarai motor, segeralah berhenti dan mencari tempat untuk berlindung.

7. Jika Anda sedang berteduh di luar ruangan, atur jarak 3-5 meter dengan orang lain agar terhindar dari lontaran energi saat ada petir.

Hindari tanah lapang

Indra menjelaskan bahwa masyarakat sebaiknya menghindari tanah lapang ketika adanya petir, sebab petir melepaskan muatan listrik.

"Kita diminta menghindari tanah lapang. Karena untuk melepaskan muatan listrik dari awan dicari lintasan terpendek," ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa jika ada orang berada di tanah lapang, hal itu akan menjadi benda yang lebih tinggi dari sekitarnya dan menjadi lintasan terpendek (dari petir) untuk melepaskan muatan listrik itu.

Tak hanya itu, ketika hujan disertai petir, Indra juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak terlalu sering bermain ponsel.

Apalagi ponsel tersebut dalam kondisi sedang diisi daya atau di-charge. Indra mengungkapkan, saat ponsel sedang di-charge, jaringan listrik di luar ruangan dapat tersambar petir dan menjalar ke ponsel.

"Menggunakan ponsel terjadinya petir, harus hati-hati. Khususnya jika saat ponsel di-charge (terhubung ke jaringan listrik)," ujar Indra.

"Karena jaringan listrik di luar ruangan jika tersambar petir dapat menjalar ke ponsel, dan selanjutnya dapat membahayakan untuk orang yang menggunakan ponsel tersebut," lanjut dia.

Main Ponsel Saat Hujan dan Risiko Kena Petir Sementara itu, Indra menyampaikan bahwa informasi terkait tips aman terhindar dari petir dapat disimak di akun Instagram BMKG, @InfoBMKG.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved