Krisis Iklim

11 Ribu Ilmuwan Sepakat, Perubahan Iklim Sudah Global dan Darurat

Sebanyak 11.000 ilmuwan dari seluruh dunia mendukung penelitian yang menyebut bumi saat ini menghadapi kondisi darurat iklim.

Shutterstock
Ilustrasi perubahan iklim, kebakaran hutan. 

11 Ribu Ilmuwan Sepakat, Perubahan Iklim Sudah Global dan Darurat

TRIBUNKALTIM.CO, WIKI - Sebanyak 11.000 ilmuwan dari seluruh dunia mendukung penelitian yang menyebut bumi saat ini menghadapi kondisi darurat iklim.

Penelitian yang berdasar pada pengumpulan data selama 40 tahun menyebut pemerintah di seluruh dunia gagal mengatasi krisis tersebut.

Padahal, tanpa adanya perubahan, bumi akan menghadapi "penderitaan manusia yang tak terkatakan", menurut penelitian tersebut.

Para peneliti mengatakan mereka memiliki kewajiban moral untuk memperingatkan besaran ancaman krisis iklim.

Dirilis pada hari ketika data satelit menunjukkan bahwa Oktober lalu adalah bulan Oktober dengan suhu terpanas dalam sejarah.

Penelitian terbaru ini mengungkapkan bahwa hanya dengan mengukur suhu di permukaan bumi bukanlah cara memadai untuk memotret bahaya nyata dari bumi yang memanas.

Gunung Himalaya
Pada hari Senin, 22 Februari 2016, para trekker melewati gletser di base camp Mount Everest, Nepal. Sepertiga dari gletser Himalaya akan mencair pada akhir abad ini karena perubahan iklim, mengancam sumber air bagi 1,9 miliar orang, bahkan jika upaya saat ini untuk mengurangi perubahan iklim berhasil, menurut penilaian yang dirilis Senin, 4 Februari, 2019 oleh Pusat Internasional untuk Pengembangan Gunung Terpadu.
Gunung Himalaya Pada hari Senin, 22 Februari 2016, para trekker melewati gletser di base camp Mount Everest, Nepal. Sepertiga dari gletser Himalaya akan mencair pada akhir abad ini karena perubahan iklim, mengancam sumber air bagi 1,9 miliar orang, bahkan jika upaya saat ini untuk mengurangi perubahan iklim berhasil, menurut penilaian yang dirilis Senin, 4 Februari, 2019 oleh Pusat Internasional untuk Pengembangan Gunung Terpadu. (AP Photo)

Sehingga para penulis kajian memasukkan serangkaian data yang mereka yakini mewakili "serangkaian tanda-tanda grafis vital dari perubahan iklim selama 40 tahun terakhir".

Indikator-indikator ini mencakup pertumbuhan populasi manusia dan hewan, produksi daging per kapita, penurunan cakupan pohon secara global, serta konsumsi bahan bakar fosil.

Oktober 2019 adalah bulan dengan suhu terpanas dalam sejarah (Copernicus) Namun, penelitian itu pula mencatat beberapa perbaikan di beberapa area.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: Geafry Necolsen
Sumber: Tribun Kaltim
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved